Kementan Dukung Akurasi Data Lahan Pertanian Berau via e-Reporting Polygon
Indonesia Binuang`s Agricultural Training Center Support Borneo Farmers
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Berau, Kaltim [B2B] - Di era industri 4.0, semua sektor telah menerapkan teknologi digital. Begitu pula pertanian, yang didorong oleh Kementerian Pertanian RI untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern melalui aplikasi digital seperti e-Reporting Polygon untuk mewujudkan akurasi data lahan pertanian.
Aplikasi e-Reporting Polygon merupakan sistem digitasi peta poligon melalui foto open camera. Di dalamnya memuat perhitungan dan pelaporan luas lahan pertanian.
Pemanfaatan e-Reporting Polygon terintegrasi Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian [Simluhtan] sehingga proses pemetaan luas wilayah pertanian terhubung data kelompok tani [Poktan] di Simluhtan. Data aplikasi berbasis spasial atau polygon akan termonitor online.
Sejumlah penyuluh dari 10 Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] dan Kelompok Jabatan Fungsional [KJF] Penyuluh Kabupaten Berau, Kalimantan Timur [Kaltim] mengikuti Pelatihan e-Reporting Polygon di Berau, belum lama ini.
Kegiatan digelar Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Berau didukung Kementerian Pertanian RI melalui BBPP Binuang, selaku unit pelaksana teknis [UPT] Pelatihan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan [Kalsel].
Upaya tersebut sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada penyuluh untuk secara aktif mengawal dan mendampingi petani. Pasalnya, peran penyuluh, sangat penting meningkatkan produktivitas.
“Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo. Kita harus menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat. Ini berarti kebutuhan makanan 270 juta rakyat wajib kita kawal. Tidak boleh terganggu," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menegaskan saat ini Kementan sedang melakukan tranformasi dari pertanian sekadar memenuhi kebutuhan sendiri, keluarga, dan tetangga, menjadi tumpuan penghasil keuntungan sebanyak-banyaknya .
Kementan juga, kata Dedi Nursyamsi, sedang melakukan transformasi pertanian konvensional ke modern, dengan aplikasi digital, ciri khas pertanian modern, sehingga efektif efisien meningkatkan produksi dan produktivitas.
"Saat penduduk Indonesia kurang dari 100 juta jiwa, cara konvensional masih aman. Sekarang, 273 juta jiwa. Kalau masih cara konvensional, produksi pertanian tidak mungkin cukup untuk 273 juta jiwa," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam mengingatkan tentang pentingnya penerapan aplikasi digital, khususnya e-Reporting Polygon.
"Penerapan aplikasi ini membuktikan adanya semangat perubahan pertanian menuju pertanian modern, sehingga akan tercipta sistem yang baik dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan," katanya.
Widyaiswara BBPP Binuang, Retno Hermawan selaku narasumber pelatihan dengan Metode Teori dan Praktek Orientasi Lapangan yang dihadiri jajaran pejabat Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Berau, Kaltim.
"Aplikasi digital e-Reporting harus di-install melalui PlayStore pada smartphone Android masing-masing penyuluh. Setelah melakukan Login akan langsung di arahkan pada halaman laporan," katanya.
Retno Hermawan mengingatkan, ketika e-Reporting Polygon sudah integrasi dengan BAST Online terdapat menu Poktan dan Gapoktan, mereferensi pada aplikasi Simluhtan.
"Tahapan di e-Reporting di antaranya memilih Kelompok Tani, Upload Foto, Digitasi Polygon kemudian simpan," katanya lagi.
Menurut Retno Hermawan, pada aplikasi ini tidak perlu memasukkan alamat lengkap lahan karena sudah terintegrasi dengan Simluhtan.
"Hanya perlu mempersiapkan foto open camera, mengetahui lokasi lahan dan melakukan digitasi titik poligon," katanya lagi.
Dia kembali mengingatkan, pada tahapan menggunakan aplikasi Open Camera, ukuran foto tidak boleh lebih dari 2 megabit.
"Cara mengirim foto Open Camera melalui fitur dokumen di WhatsApp, hal ini penting dilakukan agar orisinalitas dan koordinat foto tetap terjaga," kata Retno Hermawan.
Retno Hermawan mengharapkan setelah mengikuti pelatihan, maka penyuluh pertanian di Kabupaten Berau akan terbantu melakukan pendataan luas lahan yang akurat di lapangan.
"Kita tidak perlu mengelilingi lahan lagi. Semoga penyuluh dapat menciptakan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Berau," katanya. [retno/agus/timhumasbbppbinuang]
Berau of East Borneo [B2B] - The role of agricultural training in Indonesia such as the Agricultural Training Center of Indonesia Agriculture Ministry across the country so the ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.
He reminded about the important role of agricultural training, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through agricultural training, we connect farmers with technology and innovation so that BBPP meet their needs and are ready for new things," Limpo said.
