Tingkatkan Kompetensi, Pelatihan di Kementan bakal lebih Atraktif dan Interaktif

Indonesian`s Agriculture Ministry Conducts Master of Ceremonies Training

Reporter : Kemal Agus Praghotsa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Tingkatkan Kompetensi, Pelatihan di Kementan bakal lebih Atraktif dan Interaktif
PESERTA ANTUSIAS: Sekretaris BPPSDM Siti Munifah [tengah] bersama Staf Khusus Mentan Joice Triatman; News Anchor Metro TV, Fifi AY; Koordinator Evalap, Septalina Pradini [kanan]; dan Subkoord Humas, Maressya Dessilvia [kiri] Foto: BPPSDMP

Jakarta [B2B] - Berbagai kegiatan pelatihan, pendidikan serta penyuluhan yang digelar Kementerian Pertanian RI khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] dipastikan bakal lebih atraktif dan interaktif.

Pasalnya, BPPSDMP melakukan peningkatan kompetensi bagi pegawai berpotensi melalui pelatihan Master of Ceremony [MC] dengan menghadirkan narasumber Fifi Aleyda Yahya, News Anchor Metro TV & VP Corporate Communications Media Group, di Jakarta pada Senin [13/9].

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan peningkatan kualitas pelatihan harus turut ditingkatkan.

"BPPSDMP banyak melakukan pelatihan, pendidikan dan penyuluhan. Selain meningkatkan kualitas SDM pertanian, kita juga tingkatkan kualitas kegiatan sehingga acara yang digelar lebih menarik, atraktif, dan interaktif," katanya. 

Sementara menurut Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah, yang membuka Pelatihan MC,  pertanian harus mengikuti perkembangan.

"Bertani itu keren. Tidak kalah dengan sektor lain. Oleh karena itu, semua kegiatan kita kemas dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang maksimal," tuturnya.

Ditambahkannya, tidak hanya proses dalam pengadaan rapat, pertemuan, atau pelatihan yang harus ditingkatkan. "Namun juga kemampuan MC atau pembawa acara yang mempunyai peran  sangat penting dalam sebuah acara," katanya. 

Dijelaskan Siti Munifah, kemampuan MC turut menentukan keberhasilan sebuah kegiatan atau acara.

"Oleh karena itu, diperlukan dukungan seorang MC yang mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas serta bekerja secara professional, dan mampu mengantarkan setiap acara demi acara secara baik dan sukses," katanya. 

Siti Munifah menambahkan, BPPSDMP akan terus mendorong pengembangan dan penyelenggaraan peningkatan kompetensi SDM di BPPSDMP seperti pelatihan MC ini.

“Kegiatan ini dapat sangat penting karena seorang MC memerlukan ketrampilan dan latihan khusus karena walaupun terlihat tidak sulit, namun tidak semua orang bisa melakukannya," katanya.

Menurutnya, materi dalam pelatihan ini adalah bagaimana menjadi MC yang baik, bagaimana harus bersikap, kemudian menangani masalah serta mencari pemecahan ketika tiba tiba muncul suatu permasalahan saat berbicara didepan umum. 

"Juga tentang krisis kepercayaan diri ketika tampil menjadi MC menjadi suatu persoalan yang sangat penting. Dengan demikian pelatihan  dan pembekalan untuk menjadi seorang MC yang baik saya nilai sangat baik," katanya.

Sementara Joice Triatman, Staf khusus Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Hubungan Kerja hadir memberikan sambutan. Joice mengatakan SDM pertanian harus bisa menjadi etalase dari institusi Kementan.

"Saat pendemi, semua sektor turun, hanya pertanian yang tumbuh. Setiap hal yang bisa menjadi kebanggaan, jangan hanya kebanggaan Pak Menteri, tapi harus menjadi kebangaan kita semua. Kita harus bisa menjadi ujung tombak untuk menyamaikan hal yang baik ke khalayak," ujarnya.

Sedangkan narasumber Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi MC atau host. "Tantangan seorang MC adalah gangguan saat acara, seperti ada yang main ponsel, ngobrol, mati listrik, atau narasumber bergonta-ganti," katanya.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu MC harus memastikan audiens tetap fokus pada acara.

"Kita harus pastikan fokus audien tetap ke acara. Kita (MC) bukan bintang, tapi fasilitator. Kita memperkenalkan narasumber dan kapasitas mereka, apalagi di acara seperti instansi pemerintahan," katanya. [Cha]

Jakarta [B2B] - The Master of Ceremonies Training was chosen by Indonesian Agriculture Ministry Center on the technical guidance. The training model is oriented to problem solving, and decision-making based on the conformity of thematic materials required by the trainees, according to senior official of the ministry here on Monday [September 13].