Polbangtan Bogor Kawal Kementan Gerakkan Pertanian Modern Muaro Jambi

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Polbangtan Bogor Kawal Kementan Gerakkan Pertanian Modern Muaro Jambi
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [kemeja hijau tua] mendampingi Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti [kemeja putih] yang tampak antusias menarik Drum Seeder pada Gertam Bersama di Desa Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi di tengah tantangan kabut asap akibat Karhutla di Provinsi Jambi.

 

Muaro Jambi, Jambi (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Bogor) kembali mengambil peran strategis mengawal modernisasi pertanian di daerah. Hadir mengawal Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam (Gertam) Bersama di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Kamis (8/10).

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan pihaknya mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti  memimpin Gertam di Desa Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi di tengah tantangan kondisi Provinsi Jambi saat ini diwarnai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman pada berbagai kesempatan menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi. 

“Produksi bisa naik dua kali lipat. Metode tanam PM-AAS merupakan kombinasi metode Amerika dan Indonesia serta China. Itu kami teliti langsung. Produksinya bisa 12 ton, katakanlah minimal 10 ton per hektar,” katanya.

Kabadan SDM Kementan, Idha Widi Arsanti menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat para petani dan Brigade Pangan di lapangan. 

"Di tengah tantangan kekeringan dan kabut asap, kegiatan tanam tetap dapat dilaksanakan. Sangat luar biasa," katanya. 

Dia menguraikan fokus pengembangan pertanian dari tahun ke tahun, pada 2024, ketika terjadi kekeringan di berbagai wilayah, kegiatan utama diarahkan pada pompanisasi. 

Kemudian pada 2025, kegiatan utama fokus pada Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Sementara itu, ke depan, arah pembangunan pertanian diarahkan pada peningkatan produktivitas padi dan hilirisasi pertanian. 

“Pada 2027, Kementan akan fokus pada peningkatan produktivitas padi dan hilirisasi pertanian,” kata Santi.

Hilirisasi juga terus diperkuat tidak hanya komoditas tanaman pangan, juga sektor perkebunan dan peternakan, termasuk potensi komoditas unggulan seperti pinang dan sawit.

Rangkaian kegiatan diawali penyerahan Drum Seeder kepada kelompok tani (Poktan) sebagai dukungan terhadap penerapan mekanisasi dalam kegiatan budidaya pertanian. Dilanjutkan kegiatan penanaman menggunakan Drone Seeder yang dioperasikan oleh Tim Polbangtan Bogor.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, Kementan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat produksi pangan nasional, salah satunya melalui percepatan Oplah, kemudian diperkuat pembentukan Brigade Pangan. 

"Oplah menjadi bagian penting meningkatkan Indeks Pertanaman disingkat IP pada lahan Oplah, yang sebelumnya berada pada angka 100, setelah dilakukan konstruksi dan intervensi pada 2026 dapat meningkat menjadi 230," katanya.

Keterlibatan Polbangtan Bogor, ungkap  Yoyon Haryanto, Gertam Bersama menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi vokasi pertanian mendukung percepatan transformasi pertanian berbasis teknologi.

"Selain demonstrasi penggunaan Drone Seeder, kegiatan dilanjutkan tanam bersama menggunakan Drum Seeder serta dialog bersama petani dan Brigade Pangan," katanya lagi.

Dialog tersebut, ungkap Yoyon Haryanto, menjadi ruang untuk menggali kondisi dan kebutuhan petani sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, Brigade Pangan, dan para pemangku kepentingan pertanian di daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi menyampaikan apresiasi pada Kementan, Polbangtan Bogor, penyuluh, Brigade Pangan dan seluruh pihak yang telah memberikan pendampingan kepada petani. [sdr/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Muaro Jambi of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.