Gerakan ASRI, Mapala Polbangtan Bogor Sosialisasi Tempat Sampah Khusus Plastik
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Mahasiswa Pecinta Alam Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Mapala P3B) melaksanakan kegiatan penempatan tempat pengumpulan botol dan gelas plastik di lingkungan kampus dan asrama sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan).
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian sivitas akademika, terhadap pengelolaan sampah plastik melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Gerakan tersebut sejalan dengan komitmen Kementan membangun budaya kerja yang bersih, sehat, dan produktif melalui implementasi Gerakan ASRI.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja merupakan pondasi penting dalam membangun budaya kerja yang produktif dan profesional.
"Lingkungan yang tertata dengan baik akan berpengaruh langsung terhadap kinerja dan karakter sumber daya manusia pertanian," katanya.
Lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah akan membentuk karakter SDM pertanian yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan.
"Gerakan seperti ASRI harus menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial,” kata Mentan Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Gerakan ASRI menjadi bagian penting dari penguatan budaya kerja dan pembinaan karakter, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.
Dia menekankan bahwa ASRI tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kedisiplinan dan pelayanan.
“ASRI bukan hanya tentang kebersihan fisik, juga mencerminkan budaya kerja yang tertib, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan prima. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai tersebut,” kata Kabadan SDM Kementan.
Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan wujud nyata komitmen bersama seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan kampus yang kondusif dan berkelanjutan.
"Keterlibatan aktif mahasiswa dan pegawai menjadi kunci keberhasilan Gerakan ASRI, yang kami maknai sebagai upaya membangun kesadaran kolektif," katanya.
Yoyon Haryanto menambahkan, keterlibatan aktif mahasiswa dan pegawai menunjukkan bahwa menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan kampus adalah tanggung jawab bersama.
Dia juga menekankan bahwa lingkungan kampus yang bersih dan tertata rapi akan berdampak langsung pada kualitas proses pembelajaran serta pembentukan karakter mahasiswa.
"Kampus yang aman dan sehat dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan produktif," ungkap Yoyon Haryanto.
Dia berharap, Gerakan ASRI terus dilaksanakan secara konsisten, sehingga menjadi budaya kampus yang mendukung terciptanya lulusan pertanian yang unggul, berkarakter dan siap melayani masyarakat.
Kiprah Mapala P3B
Sebelum kegiatan pemasangan dilaksanakan, perwakilan Mapala P3B menyampaikan sosialisasi kepada seluruh mahasiswa pada saat apel pagi, Kamis (23/7) pukul 07.15 WIB.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan tujuan program, pentingnya pemilahan sampah plastik, serta ajakan kepada seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dengan membuang botol dan gelas plastik pada tempat yang telah disediakan.
Setelah sosialisasi, anggota Mapala P3B melaksanakan pemasangan tempat pengumpulan botol dan gelas plastik di 13 titik strategis di lingkungan Polbangtan Bogor Jurusan Peternakan yakni yaitu Pitik/Kantin, Pertigaan, Asrama Black Orpington, Asrama Sussex, Asrama Bos Sondaicus 1, Asrama Bos Sondaicus 2, Asrama Taurus, Asrama Equus, Asrama Indicus, Pos Satpam, Koperasi Mahasiswa (Kopma), depan Aula Brahman dan depan Pusat Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (PAAK).
Program ini merupakan salah satu upaya nyata Mapala P3B mendukung terciptanya lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan tersedianya tempat pengumpulan khusus botol dan gelas plastik, diharapkan sampah plastik tidak lagi tercampur dengan jenis sampah lainnya sehingga lebih mudah untuk dikumpulkan dan didistribusikan kepada pihak pengelola daur ulang.
Sebagai tindak lanjut, Mapala P3B akan melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi tempat pengumpulan sampah plastik serta mengevaluasi tingkat partisipasi mahasiswa.
Sampah plastik yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan kepada pihak yang dapat mengelolanya melalui proses daur ulang sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Mapala P3B berharap budaya memilah sampah dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama di lingkungan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.
Langkah sederhana seperti membuang botol dan gelas plastik pada tempat yang telah disediakan diharapkan menjadi kontribusi nyata seluruh sivitas akademika dalam mendukung terciptanya kampus yang bersih, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. [and/wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
