Prabowo Puji Mentan: “Ini Orang Oke, Swasembada 4 Tahun Tercapai Setahun"
President Subianto Hailed Amran Sulaiman as the Indonesia`s Good Minister
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Nganjuk, Jatim (B2B) - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pujian kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas keberhasilannya mempercepat capaian swasembada pangan nasional dan mendorong peningkatan sektor pertanian Indonesia.
Pujian tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman. Saya tidak pernah kenal beliau. Kebetulan saya ketemu. Saya tanya dua tiga pertanyaan, ini orang oke ini pemikirannya,” kata Presiden Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya dapat bekerja bersama Mentan Amran yang dinilai memahami persoalan pertanian secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga kebutuhan petani di lapangan.
“Saya beri tugas swasembada pangan dalam empat tahun, beliau bisa hasilkan dalam satu tahun. Saya ucapankan terima kasih,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menilai keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang datang secara instan. Menurutnya, Mentan Amran memiliki pengalaman panjang di sektor pertanian, berasal dari keluarga petani, dan memahami langsung persoalan pangan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah memberi perhatian besar terhadap sektor pertanian dan terus memperkuat produksi pangan nasional.
Presiden juga menyebut keberhasilan Indonesia menjaga ketersediaan pangan di tengah krisis global membuktikan bahwa kebijakan penguatan produksi dalam negeri berjalan di jalur yang tepat.
Bahkan saat sejumlah negara menghentikan ekspor pangan, Indonesia justru mampu menjaga stok dan mulai dilirik negara lain untuk memasok beras.
“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Ini membuktikan bahwa kita mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujarnya.
Presiden juga menekankan bahwa perjuangan mencapai swasembada pangan bukan pekerjaan ringan, mengingat Indonesia harus menjamin kebutuhan pangan bagi lebih dari 287 juta penduduk.
Kendati demikian, dia menyebut kerja keras Mentan Amran dan jajarannya di Kementerian Pertanian bersama seluruh pihak berhasil menjawab tantangan tersebut lebih cepat dari target pemerintah.
Pujian Presiden Prabowo kepada Mentan Amran menjadi penegasan bahwa sektor pertanian kini menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan pangan.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti keberhasilan Indonesia menjaga produksi pangan nasional, khususnya beras, yang dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi rakyat melalui koperasi desa.
Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, Kementerian Pertanian berhasil mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, pada 2025.
Berdasarkan data BPS, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton tanpa impor beras medium.
Sementara stok beras nasional terus diperkuat hingga menembus lebih dari 5 juta ton pada Mei 2026. Ke depan, Kementan terus mendorong peningkatan produksi guna menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. [shinta/timhumas bbpustaka]
Nganjuk of East Java [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
