Ini Kiat Kementan Siapkan SDM Pertanian! Mahasiswa Pascasarjana Belajar di UPT Pelatihan Kementan

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Ini Kiat Kementan Siapkan SDM Pertanian! Mahasiswa Pascasarjana Belajar di UPT Pelatihan Kementan
BBPP LEMBANG: Kabag Umum BBPP Batangkaluku, Rosdiana [duduk, ke-2 kanan] menerima sejumlah mahasiswa/i program pascasarjana UNM Makassar di ruang rapat pimpinan mewakili Kabalai Jamaluddin Al Afgani, yang apresiasi kegiatan observasi dan wawancara.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Mahasiswa program pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan observasi dan wawancara terkait pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPO) Batangkaluku pada Jumat (13/3). 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, kegiatan mahasiswa program pascasarjana UNM Makassar, yang menjadi bagian dari pembelajaran pada mata kuliah Pengembangan Kurikulum Pendidikan dan Diklat.

Kegiatan observasi dan wawancara tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya peningkatan kualitas SDM pertanian sebagai kunci utama mendukung kedaulatan pangan nasional.

“SDM yang berkualitas adalah penggerak utama mencapai kedaulatan pangan. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi yang mumpuni menjadi kunci sukses para pelaku sektor pertanian,” katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pengembangan SDM pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung program prioritas pemerintah.

“Akselerasi pengembangan SDM pertanian sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan SDM dalam mendukung swasembada pangan nasional,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan melalui observasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran langsung mengenai proses penyusunan kurikulum pelatihan di lembaga pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian.

"Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana kurikulum pelatihan dirancang agar adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, kebutuhan kompetensi SDM, serta dinamika pembangunan pertanian nasional," katanya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang rapat pimpinan BBPP Batangkaluku, para mahasiswa disambut oleh jajaran pegawai lembaga tersebut, dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum BBPP Batangkaluku, Rosdiana mewakili Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani.

Kabag Umum Rosdiana menjelaskan gambaran umum tugas dan fungsi BBPP Batangkaluku, dengan sasaran pelatihan yang mencakup aparatur dan nonaparatur. 

"Aparatur merupakan SDM yang bekerja di sektor pertanian, sedangkan nonaparatur adalah para petani sebagai pelaku utama usaha tani," katanya.

Rosdiana menambahkan bahwa pelatihan yang bersifat terstruktur atau top-down, umumnya telah memiliki kerangka yang ditetapkan secara umum. Selanjutnya, dilakukan Analisis Kebutuhan Diklat untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi secara lebih spesifik, yang kemudian menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum pelatihan.

Teknis Pelatihan
Penjelasan teknis mengenai pelaksanaan pelatihan disampaikan oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) Sertifikasi Profesi, Layanan Konsultasi dan Pengelolaan IA BBPP Batangkaluku, Rezky Yulianti.

Dia menjelaskan bahwa durasi pelatihan teknis, idealnya berlangsung selama tujuh hari atau setara 56 jam pelajaran (JP). Dalam pelaksanaannya, komposisi pembelajaran lebih banyak praktik, termasuk kunjungan lapangan agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan petani.

Rezky juga memaparkan tahapan evaluasi yang dilakukan untuk mengukur perkembangan kompetensi peserta selama mengikuti pelatihan.

“Sebelum pelatihan dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal. Selama pelatihan, Widyaiswara juga menilai keterampilan peserta, dan pada akhir kegiatan dilaksanakan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta,” ungkapnya.

Melalui kegiatan observasi dan wawancara ini, kata Rezky Yulianti, diharapkan para mahasiswa dapat memperoleh pemahaman lebih komprehensif mengenai proses pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan, khususnya dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM di sektor pertanian. [ilham/fauzan/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.