Siswa Sekolah Menengah Palembang Kenali Pertanian via Fieldtrip di SMK-PPN Kementan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Mengenalkan pertanian kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui teori. Pengalaman melihat langsung proses budidaya tanaman, pengelolaan ternak, hingga hasil produksi menjadi cara untuk menumbuhkan ketertarikan sekaligus membuka wawasan peserta didik terhadap berbagai peluang di sektor pertanian.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan hal tersebut dilakukan oleh 45 peserta didik kelas IX SMP Methodist 2 Palembang melalui kegiatan Fieldtrip ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Sembawa, Kabupaten Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Rabu (23/9).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan pertanian nasional. Pengenalan sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan menarik dan sesuai karakter generasi muda.
“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani perlu dibangun melalui pengenalan pertanian sekaligus peningkatan kapasitas generasi muda.
“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” katanya.
Kabadan Santi menambahkan, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menambahkan bahwa kegiatan Fieldtrip dapat menjadi media pembelajaran untuk memperkenalkan pertanian secara lebih nyata kepada peserta didik.
“Pengenalan pertanian sejak dini merupakan bagian dari upaya membangun ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan melalui pembelajaran langsung di lapangan, peserta didik dapat melihat proses produksi pertanian dan peternakan secara nyata sekaligus memahami bahwa pertanian membutuhkan keterampilan, inovasi, teknologi dan semangat kewirausahaan.
Menurutnya, kegiatan Fieldtrip sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi pertanian dapat menjadi ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat.
"Melalui interaksi langsung dengan praktik pertanian, generasi muda dapat mengenal sektor pertanian, bukan hanya sebagai kegiatan produksi, juga sebagai bidang yang membutuhkan teknologi, keterampilan, inovasi dan kemampuan kewirausahaan," ungkap Budi Santoso.
Dalam kunjungan tersebut, peserta didik diajak mengenal berbagai kegiatan praktik pertanian yang menjadi bagian dari pembelajaran vokasi di SMK-PPN Sembawa.
Mereka mengunjungi kebun anggrek, unit produksi sayuran dan buah semusim, unit ternak ayam petelur, serta kebun jambu kristal.
Di setiap unit, peserta didik mendapatkan penjelasan langsung dari guru dan pengelola instalasi lapangan mengenai proses budidaya, pemeliharaan, pengelolaan produksi hingga pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan.
Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kegiatan yang mereka lihat.
Wawasan Pertanian
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri SMK-PPN Sembawa, Titin Pransisca menyambut baik kunjungan tersebut seraya mendorong para peserta didik untuk memanfaatkan kesempatan belajar dengan aktif bertanya dan menggali informasi mengenai pertanian.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran para siswa. Kami mengimbau agar mereka tidak ragu untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar pertanian kepada para fasilitator yang bertugas," katanya.
Harapannya, ungkap Titin Pransisca, dari kegiatan Fieldtrip, kelak di antara siswa tertarik untuk berkecimpung di dunia pertanian, baik menjadi pengusaha maupun melanjutkan kuliah di bidang pertanian.
Perwakilan SMP Methodist 2 Palembang, Kevin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar kepada siswa kelas IX sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai sektor pertanian.
“Kami membawa siswa-siswi kelas IX ke sini untuk belajar. Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak SMK-PPN Sembawa. Harapannya, kunjungan ini dapat mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin,” katanya.
Dia juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan kunjungan tersebut dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya.
“Kepada para siswa, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali informasi dan bertanya seluas-luasnya, khususnya mengenai bidang pertanian,” ungkapnya.
Praktik Budidaya
Titin Pransisca menambahkan, selama kegiatan, para peserta didik tidak hanya melihat berbagai fasilitas praktik, juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana kegiatan pertanian dikelola secara produktif.
Kebun anggrek memperkenalkan peserta pada pengelolaan tanaman hortikultura, sedangkan unit sayuran dan buah semusim memberikan gambaran mengenai proses budidaya tanaman.
Di unit peternakan, peserta mengenal pengelolaan ayam petelur, sementara kebun jambu kristal memperlihatkan praktik budidaya tanaman buah. Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di dalam kelas.
Melalui kegiatan tersebut, ungkap Titin Pransisca, SMK-PPN Sembawa turut mengambil bagian dalam memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi muda.
"Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap pertanian sekaligus membuka pandangan mereka terhadap beragam peluang pendidikan dan profesi di sektor tersebut," katanya lagi. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
