Gertam Serempak Jambi, Polbangtan Kementan Dorong PM-AAS & Inovasi Drum Seeder
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Batanghari, Jambi (B2B) - Kementerian Pertanian RI
(Kementan) terus mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan melalui
Gerakan Tanam (Gertam) Serempak nasional pada sejumlah provinsi. Di
Provinsi Jambi, kegiatan Gertam Serempak berlangsung di Desa Lubuk Ruso,
Kabupaten Batanghari, Sabtu (18/7) dipimpin Direktur Politeknik
Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Gertam
Serempak dilaksanakan pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak
Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari strategi peningkatan luas tanam
dan produktivitas padi nasional.
Pada kesempatan tersebut, Yoyon
Haryanto turut melakukan penanaman menggunakan drum seeder berbasis
Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), teknologi yang
mampu meningkatkan efisiensi penggunaan benih, mempercepat proses tanam
dan mendukung mekanisasi pertanian modern.
Menteri Pertanian RI
(Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi
langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan
nasional dan mewujudkan swasembada pangan sesuai arahan Presiden
Republik Indonesia.
"Kita tidak boleh kehilangan waktu. Setiap
hektar yang ditanam hari ini adalah investasi untuk ketahanan pangan
bangsa. Melalui optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, dan penerapan
teknologi modern, kita percepat produksi sehingga Indonesia semakin
mandiri memenuhi kebutuhan pangannya," katanya.
Polbangtan Bogor
Usai
pelaksanaan Gertam Serempak, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto
mengikuti dialog daring bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan
SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang memimpin
koordinasi nasional Gertam Serempak dari Kabupaten Nganjuk.
Dalam dialog tersebut, Yoyon Haryanto melaporkan perkembangan implementasi PM-AAS di Provinsi Jambi.
Menurutnya,
para penyuluh mulai mengembangkan berbagai inovasi, di antaranya
modifikasi drum seeder agar lebih sesuai dengan karakteristik lahan
setempat. Selain itu, pemanfaatan drone pertanian juga mulai diterapkan
untuk mendukung efisiensi proses tanam.
Kepala BPPSDMP Idha Widi
Arsanti mengapresiasi inovasi yang dilakukan para penyuluh di daerah.
Menurutnya, transformasi pertanian tidak hanya diwujudkan melalui
percepatan tanam, juga melalui lahirnya berbagai solusi inovatif yang
mampu menjawab kebutuhan petani.
"Yang kita bangun bukan hanya
percepatan tanam, tetapi juga budaya inovasi. Penyuluh menjadi ujung
tombak transformasi pertanian dengan menghadirkan solusi yang adaptif
sesuai kondisi wilayah," kata Idha.
Sementara itu, Kepala Pusat
Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa keterlibatan
Polbangtan dalam Gerakan Tanam Serempak merupakan implementasi
pendidikan vokasi yang berbasis praktik sekaligus bentuk kontribusi
nyata dalam pembangunan pertanian nasional.
"Mahasiswa, dosen,
dan seluruh civitas akademika Polbangtan harus hadir di tengah
masyarakat sebagai agen perubahan. Gerakan Tanam Serempak menjadi
laboratorium pembelajaran nyata untuk memperkuat kompetensi SDM
pertanian," ujarnya.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto
menilai antusiasme penyuluh dan petani di Jambi menjadi modal penting
dalam percepatan modernisasi pertanian.
"Penyuluh tidak hanya
mengadopsi teknologi, tetapi juga mengembangkannya sesuai kebutuhan
daerah. Modifikasi drum seeder dan pemanfaatan drone menjadi bukti bahwa
inovasi tumbuh dari lapangan," kata Yoyon.
"Inilah yang akan
mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus mendorong pertanian
Indonesia menjadi lebih modern, efisien dan berkelanjutan.".
Melalui
penerapan PM-AAS, inovasi alat tanam, serta pemanfaatan teknologi
mekanisasi dan drone pertanian, Kementerian Pertanian optimistis
produktivitas lahan akan terus meningkat.
Kolaborasi pemerintah
pusat, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan perguruan tinggi vokasi
pertanian diharapkan semakin memperkuat langkah menuju swasembada pangan
nasional yang berkelanjutan. [wisda/timhumas polbangtanbogor]
Batanghari of Jambi [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
