35 Lulusan Polbangtan Bogor Disumpah, Siap jadi Paramedik Veteriner Profesional

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


35 Lulusan Polbangtan Bogor Disumpah, Siap jadi Paramedik Veteriner Profesional
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto [tengah] seusai ´Pengambilan Sumpah Profesi dan Janji Paramedik Veteriner´ bagi 35 lulusan D3 Prodi Kesehatan Hewan - Jurusan Peternakan, yang didampingi Wakil Direktur, Aminudin Alfat dan Rudi Hartono di Aula Polbangtan Bogor.

 

Bogor, Jabar (B2B) - Sebanyak 35 mahasiswa Diploma III Program Studi Kesehatan Hewan, Jurusan Peternakan pada Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengikuti ´Pengambilan Sumpah Profesi dan Janji Paramedik Veteriner´ yang diselenggarakan di Aula Polbangtan Bogor, belum lama ini. 

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, prosesi tersebut menjadi salah satu tahapan penting yang menandai kesiapan lulusan memasuki dunia kerja sebagai tenaga paramedik veteriner profesional, berintegritas dan bertanggung jawab mendukung pembangunan subsektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Kementan mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, Indonesia membutuhkan SDM pertanian yang tidak hanya unggul secara teori, juga memiliki pengalaman lapangan dan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. 

"Kegiatan pengambilan sumpah menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda pertanian yang profesional dan berdaya saing,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pendidikan vokasi harus mampu memberikan pengalaman belajar yang nyata agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan Pengambilan Sumpah Profesi merupakan tahapan wajib bagi mahasiswa yang telah dinyatakan lulus sebelum menjalankan profesinya sebagai Ahli Madya Paramedik Veteriner. 

"Pada kegiatan prosesi pengambilan sumpah, para lulusan mengikrarkan komitmen untuk menjalankan tugas secara profesional, menjunjung tinggi etika profesi dan mengutamakan pelayanan mendukung kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner," katanya.

Sebagai bagian dari tenaga vokasi pertanian, lulusan paramedik veteriner memiliki peran strategis mendukung upaya pemerintah menjaga kesehatan hewan, mencegah penyebaran penyakit, meningkatkan produktivitas peternakan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. 

"Penguatan kompetensi dan integritas lulusan menjadi aspek yang terus didorong Kementan melalui pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan dunia kerja," katanya.

Sumpah Profesi
Yoyon Haryanto mengatakan pengambilan sumpah merupakan momentum untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama belajar di Polbangtan. 

“Kinerja alumni akan terukur, karena merupakan satu langkah menuju dunia kerja semestinya. Tetaplah menjadi orang baik, semoga apapun peran kalian di masyarakat nantinya memiliki manfaat kebaikan sehingga dicari orang,” katanya.

Yoyon Haryanto mengungkapkan harapannya agar para lulusan paramedik veteriner dapat langsung diterima bekerja di bidangnya.

Prosesi pengambilan sumpah berlangsung dengan penuh khidmat, diikuti seluruh peserta yang secara resmi mengucapkan sumpah profesi sebagai bentuk kesiapan menjalankan amanah sesuai standar kompetensi dan kode etik paramedik veteriner. 

Momen tersebut tidak hanya menjadi simbol kelulusan, juga merupakan awal pengabdian para lulusan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Profesional Berintegritas
Dengan mengucapkan sumpah profesi, ungkap Yoyon Haryanto, para lulusan diharapkan mampu menjaga profesionalisme, integritas, serta terus meningkatkan kompetensi di tengah dinamika perkembangan sektor peternakan. 

"Selain itu, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mendukung pengendalian penyakit hewan, peningkatan kesejahteraan hewan, keamanan pangan asal hewan, serta penguatan daya saing subsektor peternakan Indonesia," katanya.

Pelaksanaan pengambilan sumpah profesi sekaligus mencerminkan komitmen Polbangtan Bogor menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, juga memiliki tanggung jawab moral dan profesional mendukung pembangunan pertanian dan peternakan Indonesia. 

Pendidikan vokasi menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan praktik, dan pembentukan karakter, Polbangtan Bogor terus berupaya mencetak SDM pertanian yang siap bekerja, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.