UPT Pelatihan Kementan Genjot Penyuluhan Adaptif Lewat Pemanfaatan AI

Sulawesi`s Batangkaluku Agricultural Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


UPT Pelatihan Kementan Genjot Penyuluhan Adaptif Lewat Pemanfaatan AI
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pelatihan tidak sekadar mengenalkan teknologi, juga mendorong perubahan cara kerja penyuluh agar lebih responsif terhadap kebutuhan petani.

 

Gowa, Sulsel (B2B) - Transformasi digital mulai mengubah cara penyuluh pertanian bekerja di lapangan. Kini, dengan dukungan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) maka proses penyampaian informasi kepada petani menjadi lebih cepat, menarik, dan mudah dipahami.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan perubahan terlihat pada pelatihan yang digelar oleh Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku selama tiga hari, 15 - 17 April 2026, yang diikuti oleh 20 penyuluh dari sejumlah daerah. 

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menempatkan penyuluh sebagai ujung tombak percepatan swasembada pangan. 

Dalam konteks tersebut, kecepatan akses informasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas petani.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menilai AI dapat memperluas jangkauan layanan penyuluhan tanpa menambah beban kerja secara signifikan.

“Dengan AI, penyuluh bisa menjangkau lebih banyak petani dalam waktu yang lebih singkat, sekaligus meningkatkan kualitas materi yang disampaikan,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan pelatihan tidak sekadar mengenalkan teknologi, juga mendorong perubahan cara kerja penyuluh agar lebih responsif terhadap kebutuhan petani.

"Melalui AI, penyuluh kini dapat menyusun materi penyuluhan dalam waktu singkat, mulai dari laporan kegiatan hingga konten visual dan video edukatif," katanya.

Hal itu, kata Jamaluddin Al Afgani, memungkinkan informasi penting - seperti teknik budidaya, pengendalian hama, hingga adaptasi perubahan iklim - disampaikan lebih cepat dan tepat sasaran.

"Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman tentang etika penggunaan AI agar teknologi dimanfaatkan secara bijak," katanya lagi. 

Selain itu, praktik langsung menjadi fokus utama, sehingga penyuluh dapat langsung mengaplikasikan pembuatan gambar, audio dan video untuk kebutuhan lapangan.

Testimoni Peserta
Bagi para peserta, manfaatnya terasa nyata. Aan Darmawan Saputra menyebut AI membantu mempercepat pekerjaannya sekaligus meningkatkan kualitas materi penyuluhan.

“Materi yang kami buat jadi lebih menarik dan mudah dipahami petani,” katanya.

Sementara itu, Andi Muhammad Arman menekankan pentingnya pemahaman etika dalam penggunaan teknologi ini.

“Teknologi ini sangat membantu, tapi harus digunakan dengan tepat agar informasi yang disampaikan tetap akurat,” ujarnya.

Jamaluddin Al Afgani menambahkan, melalui pendekatan tersebut, BBPP Batangkaluku tidak hanya meningkatkan kompetensi penyuluh, juga mempercepat transformasi sistem penyuluhan pertanian. 

"Dengan dukungan teknologi, penyuluh diharapkan mampu menjadi jembatan informasi yang lebih efektif antara inovasi pertanian dan kebutuhan petani di lapangan," ungkapnya.

Menurutnya, pada akhirnya, pemanfaatan AI bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana memastikan petani mendapatkan informasi yang tepat, cepat dan berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kesejahteraan mereka. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

Gowa of South Sulawesi [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.