Mentan Beri Modal Kerja Wisudawan Yatim, “Saatnya Mandiri, Bahagiakan Orangtua”

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Agriculture Ministry

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mentan Beri Modal Kerja Wisudawan Yatim, “Saatnya Mandiri, Bahagiakan Orangtua”
POLBANGTAN BOGOR: Mentan Amran Sulaiman izinkan orangtua wisudawan masuk auditorium. Tak cuma itu, para pejabat tinggi Kementan diinstruksikan memberi kursinya bagi orangtua wisudawan. "Orangtua harus dimuliakan. Mereka yang mengantar anak-anaknya sampai bisa berdiri di sini. Suruh masuk. Kursi pejabat berikan pada mereka."

 

Jakarta (B2B) - Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan pesan khusus kepada para wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI) pada Wisuda Nasional Politeknik lingkup Kementerian Pertanian yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran secara khusus memanggil para wisudawan yang telah kehilangan orang tua atau yatim piatu. Tidak hanya memberikan motivasi, juga memberikan santunan berupa uang tunai serta traktor sebagai modal kerja bagi mereka untuk memulai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Mentan Amran menegaskan, kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk memasuki dunia kerja dan membangun kemandirian. 

“Anak-anak yang sudah lulus, sekarang waktunya bekerja. Cari uang sendiri, jangan lagi meminta kepada orang tua. Kalau bisa, justru kita yang memberikan kepada orang tua,” pesan Mentan Amran kepada para wisudawan.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan orang tua sebagai tempat bergantung setelah menyelesaikan pendidikan. 

Menurutnya, keberhasilan seorang anak salah satunya ditunjukkan dengan kemampuan untuk mandiri dan memberikan kebahagiaan kepada keluarga. 

“Jangan meminta uang lagi kepada orang tua, apalagi meminta warisan. Kalau kita sudah berhasil, muliakan orang tua. Berikan yang terbaik untuk mereka,” tegasnya.

Kursi Pejabat
Mentan Amran juga memberikan perhatian khusus terhadap orang tua wisudawan yang berada di luar auditorium. 

Dia meminta agar para orang tua yang berada di tenda di luar gedung dipersilakan masuk ke dalam auditorium untuk menyaksikan langsung momen kelulusan anak-anak mereka.

Tidak berhenti di situ, Mentan meminta para pejabat yang hadir untuk memberikan kursinya kepada para orang tua wisudawan. 

“Orang tua harus dimuliakan. Mereka yang mengantar anak-anaknya sampai bisa berdiri di sini. Kalau ada orang tua di luar, suruh masuk. Kursi pejabat berikan kepada orang tua,” ujar Mentan.

Pesan tersebut menjadi salah satu momen yang menguatkan makna Wisuda Nasional. Di tengah perayaan keberhasilan akademik, para wisudawan kembali diingatkan bahwa di balik pencapaian mereka terdapat perjuangan orang tua yang telah mendukung pendidikan hingga selesai.

SDM Kompeten
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni pelepasan lulusan, tetapi menjadi momentum untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan pertanian. 

“Lulusan Polbangtan dan PEPI harus menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif dan memiliki semangat kewirausahaan. 

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan solusi bagi pembangunan pertanian,” ungkap Idha.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin mengatakan bahwa Wisuda Nasional menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan vokasi pertanian. 

“Wisuda ini merupakan titik awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan. 

Kami berharap para lulusan mampu menjadi SDM pertanian yang produktif, profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri dan modern,” kata Muhammad Amin.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto menyampaikan bahwa pesan Mentan Amran kepada para wisudawan menjadi pengingat penting bahwa pendidikan vokasi pertanian harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah dan kompetensi, juga keberanian untuk mandiri. 

“Pesan Bapak Menteri sangat kuat, bahwa setelah lulus kita harus mandiri, bekerja keras dan mampu memberikan manfaat. Terutama bagaimana kita memuliakan orang tua, karena keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari doa dan perjuangan orang tua,” ujar Yoyon.

Menurutnya, Polbangtan Bogor terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir sebagai job creator, bukan hanya job seeker. Kompetensi pertanian yang diperoleh selama pendidikan harus dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan inovasi yang memberikan nilai tambah. 

“Lulusan Polbangtan harus berani terjun ke lapangan, mengembangkan usaha, memanfaatkan teknologi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Inilah semangat yang harus dibawa setelah mereka meninggalkan kampus,” jelasnya.

Wisuda Nasional Politeknik lingkup Kementan diikuti oleh lulusan dari berbagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementan termasuk Polbangtan dan PEPI dari seluruh Indonesia.

Momentum wisuda menjadi lebih dari sekadar perayaan kelulusan. Pesan Mentan Amran tentang kemandirian, kerja keras dan penghormatan kepada orang tua menjadi bekal moral bagi para lulusan untuk memasuki babak baru kehidupan.

Dari ruang wisuda, para lulusan membawa ijazah dan kompetensi. Namun lebih dari itu, mereka juga membawa pesan sederhana: setelah berhasil, jangan lupa pulang untuk membahagiakan orang tua. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

 

Jakarta [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.