Dukung Pertanian Modern, Polbangtan Kementan Luluskan 271 Insan Profesional
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Bogor, Jabar (B2B) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar 'Pelantikan Lulusan dan Penganugerahan Ijazah Sarjana Terapan dan Ahli Madya Tahun Akademik 2025/2026' di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Jurusan Pertanian, Rabu (29/7).
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, sebanyak 271 lulusan resmi dilantik sebagai insan pertanian profesional yang siap mengabdikan diri untuk mendukung pembangunan pertanian Indonesia.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk mengawali perjalanan sebagai sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.
Dengan bekal pendidikan vokasi yang mengedepankan praktek lapangan, inovasi, serta penguasaan teknologi, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis serta berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
Pada Tahun Akademik 2025/2026, Polbangtan Bogor meluluskan 271 mahasiswa, terdiri atas 104 lulusan Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), yang meliputi 62 lulusan reguler dan 42 lulusan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), 67 lulusan Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), 32 lulusan Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), 33 lulusan Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), serta 35 lulusan Program Studi Kesehatan Hewan.
Prestasi akademik lulusan tahun ini menunjukkan capaian yang membanggakan. Sebanyak 74 lulusan berhasil meraih predikat Pujian (Cum Laude), sedangkan 185 lulusan memperoleh predikat Sangat Memuaskan.
Sementara itu, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh lulusan Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian dengan nilai 3,97, yang mencerminkan kualitas akademik lulusan Polbangtan Bogor.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja dan pembangunan pertanian nasional.
Regenerasi Petani
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan kembali pentingnya peran pendidikan vokasi pertanian. Polbangtan adalah ujung tombak regenerasi petani dan SDM pertanian.
Kementan terus mendorong link and match antara lulusan pendidikan vokasi dengan dunia kerja dan dunia industri. Lulusan Polbangtan harus menjadi motor penggerak pertanian modern berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa lulusan Polbangtan adalah aset penting dalam pembangunan pertanian nasional.
“Polbangtan menjadi tulang punggung dalam mencetak SDM pertanian yang tidak hanya cakap di teori, tetapi juga teruji di lapangan. Lulusan diharapkan mampu berinovasi dan membawa solusi nyata dalam tantangan sektor pertanian kita,” tegas Idha.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga kualitas karakter yang dibangun selama proses pendidikan.
"Kami berharap Polbangtan Bogor tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga membangun karakter yang kuat. Dengan karakter yang baik, mereka akan memiliki semangat untuk terus berkarya dan mengawal pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.
Menurut Amin, pembangunan SDM menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Karena itu, kampus vokasi pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang siap menjadi petani modern, penyuluh, technopreneur, maupun pelaku agribisnis.
Polbangtan Bogor
Sementara itu, Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan dunia pertanian masa depan tidak dibangun di atas meja kerja yang nyaman, melainkan di atas keringat inovasi, keberanian turun ke lapangan, dan kepekaan membaca potensi lokal.
"Jangan pernah ragu untuk masuk ke desa, menyapa petani, merangkul teknologi, dan menjadi solusi atas setiap persoalan pangan di negeri ini. Tanamkan selalu rasa syukur, integritas, dan keikhlasan.
Perjalanan Saudara baru saja dimulai—never stop learning, keep collaborating, and always protect the good name of our beloved almamater, Polbangtan Bogor," pungkasnya.
Pelantikan lulusan bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda lahirnya generasi baru insan pertanian yang siap mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di tengah masyarakat.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian, memperkuat sistem penyuluhan, meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis, mendorong mekanisasi pertanian, serta menjaga kesehatan hewan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Bogor terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, profesional, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta pembangunan pertanian berkelanjutan. [and/wisda/timhumas polbangtanbogor]
Bogor of West Java [B2B] - The role of agricultural vocational
education in Indonesia such as the the Agricultural Development
Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture
Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial
entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry
is to increase production and productivity, increasing farmers´
knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing
the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and
increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian
Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s
commitment to developing agriculture, especially in the development of
advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The
goal is to increase the income of farming families and ensure national
food security. Farmer regeneration is a commitment that we must
immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that
increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart
agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse
gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp
areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through
vocational education, we connect campuses with industry so that
Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things,"
Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture
Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´
knowledge and skills in implementing climate smart agriculture,
reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse
gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp
areas.
The target is to increase cropping intensity through
irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities,
the realization of a sustainable irrigation system through the
revitalization of irrigation management, increasing institutional
strengthening, as well as increasing the capacity and competence of
human resources in irrigation management and increasing production and
productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in
implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop
failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´
income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is
to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural
extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer
economic groups in agribusiness-oriented farming.
