BBPP Binuang Komitmen Dukung BPPSDMP Kementan Implementasi SAKTI
Indonesia Binuang`s Agricultural Training Center Support Good Governance
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Tapin, Kalsel [B2B] - Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] siap mengimplementasikan aplikasi SAKTI oleh para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) dan Bendahara Pengeluaran seluruh satuan kerja [Satker]
SAKTI atau Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi adalah aplikasi yang diluncurkan oleh Kementerian Keuangan RI sebagai sarana bagi setiap Satuan Kerja [Satker] mendukung pengelolaan keuangan negara.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan SAKTI merupakan upaya Pemerintah RI memodernisasi pengelolaan keuangan negara dan pesatnya teknologi informasi, menuntut akselerasi penggunaan IT dengan pertanggungjawaban anggaran negara.
"SAKTI adalah aplikasi yang digunakan sebagai sarana bagi Satker dalam mendukung implementasi SPAN [Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara] untuk pengelolaan keuangan mulai tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran," kata Dedi Nursyamsi di Jakarta, baru-baru ini.
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang upaya mewujudkan Laporan Keuangan Kementan yang berkualitas, akuntabel dan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) serta pelaksanaan program-program Kementan merupakan kerja keras dari seluruh jajaran Kementan dan Badan Pemeriksa Keuangan RI [BPK].
"Kementan harus mempertahankan Opini WTP [Wajar Tanpa Pengecualian] artinya melakukan semua kerja sesuai target tanpa mengabaikan administasinya. Pengelolaan keuangan harus sejalan dengan program kinerja," kata Mentan Syahrul.
Dedi Nursyamsi mengingatkan pengelola keuangan BPPSDMP Kementan harus saling komunikasi dan bekerja sama mengimplementasikan SAKTI, agar tercapai proses penyelesaian pelaksanaan pertanggung jawaban anggaran yang efisien, efektif dan akuntabel.
"SDM memainkan peranan penting dalam pengelolaan keuangan negara, tercermin dari keterlibatan SDM dalam fungsi perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan," kata Dedi via online pada ´Forum Koordinasi Keuangan dan Perlengkapan/BMN Lingkup BPPSDMP Kementan TA 2022´ di Surabaya, dipimpin offline oleh Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] Binuang, Yulia Asni Kurniawati menyatakan komitmennya pada instruksi Mentan Syahrul dan arahan Kebadan Dedi Nursyamsi melaksanakan modernisasi pengelolaan keuangan negara.
Sebagaimana diketahui, aplikasi SAKTI diluncurkan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati pada akhir Januari 2022, secara resmi mengintegrasikan berbagai sistem aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan keuangan negara selama ini. SAKTI menindaklanjuti penerapan SPAN yang diluncurkan Presiden RI Joko Widodo pada 29 April 2015.
"BBPP Binuang berupaya sekuat tenaga memaksimalkan fungsi aplikasi SAKTI, yang menekankan penggunaan APBN harus fokus dan tepat sasaran, berdasarkan Money follow Programme, Programme follow Priority, dan Priority follow Justification," kata Yulia AK.
Semua upaya tersebut, katanya, bermuara pada tujuan sukses 5 Program Utama BPPSDMP yaitu pemberdayaan 2,5 juta petani milenial; pengembangan wirausahawan muda; pelatihan sejuta petani dan penyuluh pertanian; penguatan Peran Komando Strategi Pembangunan Pertanian [KostraTani] dan koneksinya dengan Agriculture War Room [AWR] dan penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani [KEP].
"BBPP Binuang berupaya memanfaatkan anggaran negara sebaik mungkin bagi pembangunan pertanian," kata Yulia AK.
Tapin of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training in Indonesia such as the Agricultural Training Center of Indonesia Agriculture Ministry across the country or the BBPP so the ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
Indonesian Agriculture Minister Syahrul Indonesia Yasin Limpo stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Limpo said.
He reminded about the important role of agricultural training, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through agricultural training, we connect farmers with technology and innovation so that BBPP meet their needs and are ready for new things," Limpo said.
