Mahasiswa Polbangtan Kementan Presenter Terbaik Lomba Inovasi Teknologi Pertanian Universitas Andalas

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s Polbangtan Bogor

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Mahasiswa Polbangtan Kementan Presenter Terbaik Lomba Inovasi Teknologi Pertanian Universitas Andalas
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan, prestasi Zidni Wilhan Anisa Al Atas dan Wilda Islamiyanti menjadi kebanggaan Polbangtan Bogor dengan mendorong budaya riset, inovasi, dan kolaborasi agar mahasiswa mampu menghasilkan teknologi aplikatif serta memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian.

 

Padang, Sumbar (B2B) - Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor. Tim mahasiswa berhasil meraih Juara 1 Kategori Presenter Terbaik pada Final Lomba Inovasi Teknologi Pertanian yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, pada Rabu, (8/7).

Kompetisi yang mengusung tema "Inovasi Teknologi untuk Hilirisasi Produk Pangan dan Pertanian Berkelanjutan" tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menampilkan gagasan dan inovasi terbaik di bidang teknologi pertanian.

Pada kompetisi tersebut, tim Polbangtan Bogor memperkenalkan SMAI-TRON (Smart Automatic Seeding Machine), sebuah mesin penyemai benih otomatis berbasis Arduino Uno yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses persemaian, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual, serta mendukung penerapan mekanisasi pertanian modern.

Tim terdiri atas Zidni Wilhan sebagai ketua tim, dengan anggota Anisa Al Atas dan Wilda Islamiyanti. Keberhasilan mereka menjadi Presenter Terbaik merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari identifikasi permasalahan penyemaian benih yang masih dilakukan secara manual, dilanjutkan dengan studi literatur, perancangan konsep, pembuatan prototipe, pengujian, penyempurnaan alat, hingga penyusunan proposal dan presentasi ilmiah.

Pada babak final, tim mempresentasikan inovasi SMAI-TRON di hadapan dewan juri serta menjawab berbagai pertanyaan terkait aspek teknis, manfaat, dan peluang implementasi alat tersebut di lapangan. Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, tim akhirnya diumumkan sebagai peraih Juara 1 Presenter Terbaik.

Ketua tim, Zidni Wilhan, mengaku sangat bersyukur atas capaian tersebut. "Kami merasa sangat bersyukur, bangga, dan senang atas penghargaan ini. 

"Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras, kerja sama tim, serta dukungan penuh dari dosen pembimbing dan Polbangtan Bogor. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian," ungkapnya.

Zidni menambahkan bahwa ke depan tim akan terus menyempurnakan SMAI-TRON agar dapat diterapkan secara lebih luas. "Kami ingin mengembangkan SMAI-TRON agar semakin optimal dan siap diimplementasikan dalam kegiatan persemaian pertanian. 

Harapannya, inovasi ini mampu membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani sekaligus mendukung modernisasi pertanian Indonesia. 

"Kami juga berharap dapat terus mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan inovasi agar karya ini memberikan manfaat yang lebih besar."

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia melalui inovasi. 

"Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya inovator-inovator muda yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pertanian. 

Inovasi seperti SMAI-TRON menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi mampu menghasilkan teknologi yang mendukung efisiensi, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat modernisasi pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menghasilkan inovasi berbasis kebutuhan lapangan. 

"BPPSDMP terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian. 

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Polbangtan memiliki kompetensi sekaligus kreativitas untuk menghasilkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi petani.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai keberhasilan tersebut merupakan implementasi nyata pendidikan vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori, praktik, dan inovasi. 

"Pendidikan vokasi pertanian harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis teknologi," katanya.

Keberhasilan mahasiswa Polbangtan Bogor dalam kompetisi ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran telah mendorong lahirnya inovasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah mengharumkan nama institusi. 

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polbangtan Bogor. Kami akan terus mendorong budaya riset, inovasi, dan kolaborasi agar mahasiswa mampu menghasilkan teknologi yang aplikatif serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian," katanya.

"Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional."

Prestasi yang diraih tim SMAI-TRON semakin menegaskan komitmen Polbangtan Bogor dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menjadi penggerak modernisasi pertanian Indonesia melalui pengembangan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

 

 

 

Padang of West Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.