Kualitas Pendidikan Vokasi Pertanian, Ini Tiga Langkah Nyata Pusdiktan BPPSDMP

Indonesian Agriculture Ministry Developing Agricultural Vocational Education

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kualitas Pendidikan Vokasi Pertanian, Ini Tiga Langkah Nyata Pusdiktan BPPSDMP
RAKORNIS BOGOR: Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi [duduk, batik biru] dan Kapusdiktan Idha Widi Arsanti [duduk, ke-5 kiri] dan Direktur Polbangtan YoMa, Dr Rajiman [duduk, ke-4 kiri]

Bogor, Jabar [B2B] - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Prof Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa berbagai program dilakukan oleh Kementerian Pertanian RI melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian [KostraTani], Pertanian Masuk Sekolah [PMS], Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor [GratiEks] dan lainnya untuk penyediaan pangan bagi 237 juta penduduk Indonesia.

"Penyediaan bahan baku industri, peningkatan produk domestik bruto dan penyediaan lapangan kerja merupakan aksi nyata sektor pertanian terhadap pembangunan," kata Dedi Nursyamsi di Bogor [19/1] didampingi Kepala Pusdiktan Idha Widi Arsanti saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pusdiktan.

Bagaimana BPPSDMP menyikapi itu? “Kita harus mendukung melalui pendidikan vokasi harus mampu mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing."

Kementan memiliki enam Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan], satu Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia [PEPI], tiga Sekolah Menengah Pembangunan Pertanian [SMKPP] yang mampu melahirkan job seeker dan qualified job creator berkualifikasi.

Dedi Nursyamsi mengingatkan kuncinya adalah kerja keras, fokus pada Tupoksi pendidikan vokasi dan update kemampuan.

“Kita sudah harus meninggalkan budaya kerja yang lambat. Tantangan dunia pertanian kedepan harus kita sikapi dengan tepat dan cepat. Kita harus fokus untuk melahirkan SDM pertanian mulai dari dosen, widyaiswara, mahasiswa dan alumni yang mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi," katanya.