Milenial Banget! Mahasiswi Polbangtan Bantu Peternak Jual Sapi Kurban via Medsos

Millennial Farmers are the Target of Developing Indonesian Agricultural HR

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Milenial Banget! Mahasiswi Polbangtan Bantu Peternak Jual Sapi Kurban via Medsos
PETANI MILENIAL: Mahasiswi Polbangtan, Maretha Febylla [kanan] mendampingi petani anggota Poktan Sejahtera di Kabupaten Sukabumi memanfaatkan limbah singkong menjadi pakan ternak sapi [Foto: Humas Pusdiktan]

Sukabumi, Jabar [B2B] - Mahasiswi Polbangtan, Maretha Febylla memanfaatkan kegiatan pendampingan, belajar dari rumah [learning from home/LFH] untuk berbisnis  sapi kurban dari kediamannya di Kabupaten Sukabumi, namun mampu menembus Bogor hingga Jakarta.

Dia manfaatkan media sosial [Medsos] seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp mendukung kelompok tani [Poktan] Sejahtera di Desa Buniwangi di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Foto dan video dari sapi yang akan dijual, di-posting dulu di Facebook dan Instagram secara detail berikut nomor smartphone, agar mudah dihubungi oleh konsumen. 

Apabila konsumen tertarik, berlanjut proses pembelian dengan mengirim foto surat keterangan, proses tawar-menawar, kesepakatan harga, alamat jelas pembeli dan waktu pengiriman. Apabila harga disepakati dan terjadi transaksi pembelian, pembayaran dilakukan via transfer akun bank.

"Di tengah pandemi, konsumen tidak harus datang ke kandang, untuk membeli sapi kurban," kata mahasiswi Polbangtan Bogor yang akrab disapa Feby.

Bukan hanya itu, bekal ilmu dari kampus diterapkan pada pemanfaatan limbah singkong yang melimpah di sekitar tempat tinggalnya. Dikembangkan menjadi casapro yang mampu meningkatkan bobot sapi. Inovasi dan demo cara pembuatan dan pemberian cassapro pada ternak sapi potong, dia terapkan pada Poktan Sejahtera.

"10 hari setelah pemeberian cassapro, ternyata bobot harian sapi naik sekitar 0,5 Kg per ekor per hari untuk jenis peranakan ongole," katanya.

Kreatifitas dan terobosan Feby diapresiasi oleh Koordinator BPP Sukabumi, Diat Sujatman membuktikan bahwa mahasiswa Polbangtan tetap produktif bersama petani meski di tengah pandemi. "Teknologi digital mampu membantu petani meningkatkan produksi dan pemasaran."

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menilai terobosan Febi membuktikan mahasiswi Polbangtan saat menjalani LFH tetap aktif mendampingi petani di lingkungan tempat tinggalnya.

"Tentunya, mahasiswa tetap harus mematuhi Protokol Kesehatan untuk menangkal penyebaran virus Corona," katanya melalui keterangan tertulis dari Pusdiktan.

Kapusdik Idha WA menyatakan langkah Maretha Febylla sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tentang potensi petani milenial yang lahir dari perguruan tinggi vokasi pertanian, Polbangtan.

"Saya makin percaya anak muda yang mau terjun ke pertanian akan memiliki peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman kalian," kata Idha WA mengutip Mentan Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyoroti tentang petani milenial adalah 'garda terdepan' pembangunan pertanian nasional, sebagai upaya mempercepat regenerasi petani maka dibutuhkan upaya konkrit untuk mengajak, memotivasi dan mendorong generasi milenial untuk berkiprah di sektor pertanian.  

Menurutnya, Mentan Syahrul berulangkali menegaskan bahwa yang menyelamatkan suatu negara adalah pertanian. Terlebih di tengah pandemi Covid, sebagai pertanda perubahan paradigma.

"Itulah tantangan kita hari ini, dan untuk menjawab tantangan itu diperlukan banyak petani milenial yang mampu bertahan di tengah perubahan yang terjadi", tegas Mentan. [Vtr]

Sukabumi of West Java [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry encourages agricultural training activities support the strategic program of the ministry by developing a self-help agricultural training center in the countryside, and on-the-job training in food production centers, according to senior official.