Peningkatan Ketersediaan, BPPSDMP Kementan dan IPB Rumuskan Strategi Pangan

Indonesian Agriculture Anticipate Covid-19 by Weaker Health Systems

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Peningkatan Ketersediaan, BPPSDMP Kementan dan IPB Rumuskan Strategi Pangan
Kegiatan virtual yang berlangsung selama dua jam mampu menyamakan persepsi dan mengenal potensi kedua belah pihak yang akan ditindaklanjuti penyusunan roadmap kerjasama [Foto: Humas Pusdiktan]

Jakarta [B2B] - Kementerian Pertanian RI berkomitmen memenuhi ketersediaan pangan di masa pandemi Covid-19, seperti diinstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pertanian tidak boleh berhenti. Semua insan pertanian tetap bekerja dengan semangat tinggi dan tangguh untuk mewujudkan kemandirian pangan. 

Petani memiliki peran besar mengantisipasi pandemi Covid-19 yakni sebagai pelaku utama produksi pangan. Sementara itu, pendidikan vokasi turut melaksanakan perannya sebagai mitra petani dalam diseminasi teknologi terapan. 

Sejalan dengan instruksi Mentan Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa pendidikan vokasi pertanian dapat sinergi dengan petani melalui program pendampingan mahasiswa.

Dalam hal ini, mahasiswa mendampingi kegiatan usaha tani pada kelompok tani yang berada di lingkungan tempat tinggal mahasiswa dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan. Selain itu, melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian [PWMP] maka mahasiswa dapat membimbing petani berwirausaha modern baik usaha agribisnis hulu maupun hilir. 

“Sinergi antarinstansi terkait diperlukan untuk menghasilkan semakin banyak usaha pertanian maju, modern dan mandiri," kata Dedi Nursyamsi.

Menindaklanjuti arahan tersebut, BPPSDMP menggelar Ngobrol Pintar [NgoPi] membahas sinergitas Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dengan Institut Pertanian Bogor [IPB] untuk mewujudkan Integrated Agriculture 4.0 secara virtual pada Senin [11/5]. 

Kegiatan NgoPi untuk menindaklanjuti pertemuan Kepala BPPSDMP dengan Rektor IPB Dr Arif Satria SP, MSi beberapa waktu yang lalu. Hadir narasumber yang berkompeten di bidangnya yakni Wakil Rektor I IPB Drajat Martianto. Tampil sebagai moderator Kepala Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] Idha Widi Arsanti. 

“Apa yang dapat kita lakukan terutama dalam jangka waktu dekat ini, dan tentunya memetakan untuk jangka menengah dan panjang, dan harus ada langkah konkrit dalam waktu dekat,” kata Kapusdik Idha WA.

Sementara Drajat Martianto dalam paparannya menyampaikan bahwa sektor pertanian dan pangan harus dijaga betul. "Kita termasuk berada di garda terdapan untuk menjaga ini. Bencana besar apabila petani tidak bisa ke sawah, maka petani harus dijaga agar tetap sehat." 

“Kita di dunia pendidikan harus mewujudkan food system yang utuh, apapun yang akan dikembangkan, tidak secara parsial atau disintegrasi,” tutur Drajat.

Kegiatan virtual yang berlangsung selama dua jam mampu menyamakan persepsi dan mengenal potensi kedua belah pihak. "Sebagai tindak lanjutnya, akan disusun roadmap kerja sama," kata Kapusdik Idha WA. [(Ahg/Vtr]

Jakarta [B2B] - Indonesia´s Agriculture Ministry is in intensive care after testing positive for the novel coronavirus, as civil servants in head office and across the country were ordered to close over the health threat. The World Health Organization has said it is particularly concerned about high-risk nations with weaker health systems, which who may lack the facilities to identify cases.