BKP Kementan: Swasembada Pangan Pijakan RI Wujudkan Lumbung Dunia 2045

Indonesia`s Food Self-sufficiency becomes the 2045 World`s Food Barn

Reporter : Gusmiati Waris
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


BKP Kementan: Swasembada Pangan Pijakan RI Wujudkan Lumbung Dunia 2045Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi (ke-4 kanan) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (ke-6 kiri) Foto: B2B/Gusmiati Waris

Cibinong, Jabar (B2B) - Pemerintah RI menetapkan target swasembada kedelai pada 2018, gula konsumsi dan bawang putih pada 2019 dilanjutkan dengan swasembada gula industri pada 2025 dan daging sapi pada 2026 sebagai landasan menuju lumbung pangan dunia pada 2045.

"Indonesia terus berupaya keras mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia 2045 setelah sukses merealisasikan swasembada padi, bawang merah, dan aneka cabai sejak tahun lalu," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Cibinong, Jabar pada Kamis (8/11).

Dia menambahkan bahwa swasembada kedelai, gula konsumsi, bawang putih, gula industri, dan daging sapi sebagai 'sasaran antara' menyongsong lumbung pangan dunia 2045 sebagai pondasi mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan sebelum 'memberi makan pada dunia'.

Langkah tersebut terbukti mumpuni dengan keberhasilan Indonesia mengekspor beras ke Malaysia. Kemudian bawang merah ke Singapura, Filipina, Timor Leste sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Agung, HPS dapat menjadi langkah strategis untuk membangun dan membuat neraca perdagangan surplus, dan melakukan ekspor untuk meningkatkan perputaran roda ekonomi.

Petani Muda
Dalam sambutannya pada peringatan HPS tingkat Jawa Barat di Stadion Pakan Sari Bogor, Agung mengajak partisipasi pemuda untuk mendukung pembangunan pertanian nasional mencapai kedaulatan pangan.

"Kita menyadari bahwa jumlah pemuda yang berprofesi sebagai petani yang bekerja dipertanian saat ini semakin berkurang. Secara statistik jumlah petani saat ini adalah usia 50 tahun ke atas," kata Agung.

HPS tingkat nasional di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mengingatkan bahwa pembangunan pedesaan agar dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memberdayakan pemuda dari berbagai usia produktif di bidang pertanian secara modern dan inovatif. Sehingga, mampu mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Cibinong, West Java (B2B) - Indonesian government sets a target for soybean self-sufficiency in 2018, white sugar and garlic in 2019 and then industrial sugar in 2025 and beef in 2026 as a foundation for 2045 world food barns, agriculture ministry official said on Thursday.

"Indonesia continues to strive to realize the goal become the world food barn in 2045 after the successful realization of self-sufficiency in rice, onion and various chilies since last year," said Director General of Food Security Agency, Agung Hendriadi on World Food Day 2017 in Cibinong, West Java province.

The soybean self-sufficiency, consumption sugar, garlic, industrial sugar, and beef as 'intermediate targets' meet world food barns 2045 as a foundation for food security and food sovereignty before 'feeding the world'.

The move proved to be successful with Indonesia's success in exporting rice to Malaysia. Then shallots to Singapore, Philippines, Timor Leste as part of efforts to improve the welfare of farmers.

According to Mr Hendriadi, the World Food Day can be a strategic step to build and create a surplus trade balance, and exports to boost economic growth.

Young Farmers
In his speech, Mr. Hendriadi invited youth participation to support the development of national agriculture to achieve food sovereignty.

"We realize that the number of young people who want to work in the agricultural sector continues to decrease. Statistically stated that the number of farmers over 50 years who are still working in the agricultural sector," Mr Hendriadi said.

The World Food Day national level in Pontianak, West Kalimantan province reminds that rural development can be one of the activities to empower youth to work in agriculture sector in a modern and innovative so as to support Indonesia realize the target of world food barn 2045, he said.