Potensi Rp1.180 T, BUN500 Gratiskan 500 Juta Batang Bibit Perkebunan

Indonesian Govt Provides Free 500 Million Plantation Seeds for Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Potensi Rp1.180 T, BUN500 Gratiskan 500 Juta Batang Bibit Perkebunan
INDUSTRI PENGOLAHAN: Mentan Amran Sulaiman memberi semangat pada petani perkebunan Sulteng di Palangkaraya, pada peluncuran Program BUN500 dari Ditjen Perkebunan [Foto: Humas Kementan/Fajar]

Palangkaraya, Kalteng [B2B] - Kementerian Pertanian RI memperkirakan program distribusi gratis benih unggul perkebunan 500 juta batang, BUN500, 2019 - 2024 akan menghasilkan produksi perkebunan bernilai Rp274,9 triliun. Potensi produk olahan meningkat empat kali lipat menjadi Rp1.180 triliun, proyeksi serapan tenaga kerja lebih 9,5 juta orang, meningkat 40% dari total tenaga kerja perkebunan saat ini.

"Melalui Program BUN500 selama lima tahun melalui distribusi gratis bibit unggul perkebunan 500 juta batang, 2019 hingga 2024, target nilai produksinya Rp274,9 triliun. Potensi ekonominya hingga produk olahan diperkirakan lebih Rp1.180 triliun," kata Mentan Amran Sulaiman pada peluncuran BUN500 di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis [18/7].

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, khususnya industri pengolahan, diproyeksi lebih dari 9,5 juta orang atau meningkat 40% dari total tenaga kerja perkebunan yang terserap industri pengolahan produksi perkebunan.

Potensi ekonomi tersebut, harus diikuti program strategis dengan hilirisasi melalui pengembangan industri olahan, agar nilai tambah produksi perkebunan turut dinikmati oleh petani, begitu pula pengembangan korporasi petani dengan melibatkan dan memiliki saham dari industri perkebunan yang digelutinya.

"Kita harus bangkitkan kejayaan rempah Indonesia. Saat ini ekspor pertanian kita didominasi komoditas perkebunan. Demi meningkatkan produktivitas, Kementan sudah sudah memulai penyiapan benih unggul gratis sejak tiga tahun lalu dengan anggaran Rp5,5 triliun," kata Mentan Amran Sulaiman.

Dia mengingatkan agar Program BUN500 dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) dilakukan secara terencana secara efektif, karerna tanaman perkebunan butuh waktu panjang hingga panen, sehingga jika salah memilih benih akan sangat merugikan ke depannya. Akselerasi pengadaan benih harus memperhatikan kuantitas, kualitas, sekaligus efektifitas distribusinya.

"Distribusi benih gratis ini harus dengan memperhatikan keunggulan komparatif suatu daerah: agro klimat, dan kultur tanam. Tidak boleh diecer, pembagian benih unggul harus skala ekonomi sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat," kata Mentan.

Benih Gratis
Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono mengatakan bahwa program BUN500 ini menargetkan peningkatan produktivitas hingga 3 kali lipat dengan menyediakan benih bermutu, berkualitas, dan bersertifikat.

Untuk penyediaan benih, Kementan menyiapkan minimal 50 untuk pengembangan kebun sumber benih (nursery). Kapasitas 50 nursery mencapai 200 juta batang, sehingga harus menggandeng produsen dan penangkat benih berstandar ISO 9001:2015 sebagai mintra strategis penyedia 300 juta batang lainnya.

"Dengan demikian, keuntungannya adalah benih yang dihasilkan bisa dikontrol secara kualitas. Kebun sumber benih juga tidak perlu khawatir mengenai pasar, karena akan dibagikan gratis oleh pemerintah untuk replanting, rehabilitasi, maupun ekspansi," kata Kasdi.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang hadir dalam peluncuran tersebut menyatakan apresiasi kepada Menteri Amran atas perhatiannya kepada provinsinya. Dia pun menyambut program strategis tersebut dan berkomitmen menyediakan lahan untuk beberapa komoditas unggulan.

Kalteng merupakan provinsi terluas setelah Papua, sehingga sangat potensial untuk pengembangan pertanian. Di bagian timur Kalteng misalnya, sangat cocok untuk dikembangkan kakao dan kopi," kata Sugianto yang menerima distribusi 70 truk atau 780 batang benih unggulan kopi, kakao, dan kelapa untuk petani perkebunan di provinsinya.

Palangkaraya of Central Borneo [B2B] - Indonesian Agriculture Ministry estimates the free distribution program of 500 million stems of plantation seeds, BUN500, 2019-2024 will produce plantation production of IDR274.9 trillion. The potential of processed products quadrupled to Rp1,180 trillion, employment projections over 9.5 million people, an increase of 40% of total plantation labor today.