Gandeng KPK, SMKPP Kementan Tanamkan Budaya Antikorupsi & Gratifikasi
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya membangun budaya integritas di lingkungan pendidikan terus diperkuat oleh Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar ´Sosialisasi Gratifikasi dan Penguatan Budaya Integritas di Lingkungan Satuan Pendidikan´ di Banjarbaru, Kalsep Kamis (27/8).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula SMK-PP Negeri Banjarbaru, menjadi bagian dari upaya membekali tenaga pendidik, pegawai, dan siswa dengan pemahaman mengenai bahaya korupsi, gratifikasi, serta pentingnya menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan korupsi dan penguatan integritas merupakan bagian penting dalam agenda reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian (Kementan).
"Unit pendidikan vokasi harus mampu menjadi contoh dalam menerapkan budaya kerja yang bersih, profesional, transparan dan akuntabel," katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan, pembangunan karakter dan integritas merupakan fondasi penting menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian masa depan.
“Lembaga pendidikan vokasi tidak hanya bertugas membentuk SDM yang kompeten, juga harus melahirkan generasi beretika, disiplin, bertanggung jawab dan berkomitmen menjauhi perilaku koruptif,” katanya.
Menurut Arsanti, upaya pencegahan korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan pendidikan melalui pembiasaan perilaku jujur, transparan, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kabadan SDM juga mendorong seluruh satuan pendidikan vokasi di bawah BPPSDMP untuk terus memperkuat tata kelola dan akuntabilitas sehingga setiap proses penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan regulasi.
SMKPPN Banjarbaru
Sosialisasi tersebut diikuti oleh Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kasubbag Tata Usaha, pegawai, serta siswa kelas X Tahun Akademik 2026/2027.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, mengatakan kegiatan bersama KPK menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah mengenai gratifikasi dan korupsi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan sehingga seluruh warga SMK-PP Negeri Banjarbaru semakin memahami dan lebih peduli terhadap gratifikasi maupun korupsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap sebagai lembaga maupun individu dapat menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan korupsi bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat dan lembaga pendidikan,” kata Angga.
Didukung KPK
Dalam kegiatan tersebut, SMK-PP Negeri Banjarbaru menghadirkan Sugiarto, Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Aksi KPK, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat tema ´Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi dan Gratifikasi.´
Sugiarto memberikan pemahaman mengenai penguatan integritas dan antikorupsi, tugas dan peran KPK, pengenalan tindak pidana korupsi, hingga peran pelajar dalam membangun budaya antikorupsi.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis tindak pidana korupsi, strategi pencegahan korupsi di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Dalam pemaparannya, Sugiarto menekankan bahwa gerakan antikorupsi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Di antaranya berani menolak gratifikasi, menghindari konflik kepentingan, bersikap jujur, serta menjalankan tugas sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Budaya Integritas
Angga Tri menambahkan, melalui kegiatan tersebut, SMK-PP Negeri Banjarbaru berharap seluruh warga sekolah dapat menjadi bagian dari gerakan membangun budaya integritas.
"Nilai-nilai antikorupsi diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, juga dibawa oleh para siswa dalam kehidupan keluarga dan masyarakat," katanya.
Penguatan budaya integritas sejak bangku sekolah menjadi langkah strategis, ungkap Angga Tri, menyiapkan generasi muda pertanian yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, juga berkarakter, beretika, dan memiliki komitmen terhadap tata kelola pemerintahan serta pembangunan yang bersih. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
