Kementan Dukung Polri Panen Jagung di Lahan TeFa SMKPPN Banjarbaru

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kementan Dukung Polri Panen Jagung di Lahan TeFa SMKPPN Banjarbaru
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P mengatakan hasil panen jagung pupil varietas Sumo Sakti diperkirakan 10 ton, kadar air 31%, mengacu pada hasil ubinan, yang akan dikeringkan di wilayah Polresta Banjarbaru agar dapat segera diserap oleh Bulog Kalsel.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) senantiasa mendukung Ketahanan Pangan, bagian dari visi Indonesia Maju Indonesia Emas. Sekolah konsisten mendukung kebijakan sektor pertanian melalui berbagai bentuk kolaborasi antarlembaga di antaranya Kepolisian RI (Polri).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, upaya sinergi dilakukan Kementan dengan Polri pada ´Panen Jagung Bersama´ sinergi dengan Polisi Resort Kota (Polresta) Banjarbaru pada lahan Teaching Factory (Tefa) SMK-PP Negeri Banjarbaru, Senin, (20/7).

Dukungan tersebut selaras arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan terutama padi, untuk mempercepat Swasembada Jagung sebagai prioritas nasional.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang pentingnya kolaborasi lintas pemangku kebijakan.

“Semua harus berkolaborasi untuk mendorong ketahanan pangan nasional. Peran petani sangat penting. Untuk mencapai swasembada jagung, kita harus bekerja keras bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan Panen Jagung Bersama berlangsung di lahan praktik TeFa Guntung Lua.

Kegiatan panen dihadiri sejumlah petani, perwakilan Polresta Banjarbaru, perwakilan BMKG Banjarbaru, Bulog, Kapolsekta Banjarbaru Utara, DKP3 Kota Banjarbaru, penyuluh, PT Maxxi Tani, PT Tjokro Bersaudara Banjarindo, Eka Oktavian.

Angga Tri A.P. dalam sambutannya mengatakan, SMK-PP Negeri Banjarbaru merupakan UPT Kementan, sehingga program-program nasional, Kementan wajib mendukung, salah satunya program ketahanan pangan pada komoditas jagung," katanya.

Dia apresiasi dukungan Polri melalui upaya simbiosa mutualisme, mendukung Ketahanan Pangan, khususnya jagung. 

"Mudah-mudah semakin berkah dan bertambah di lokasi kita dan menyumbang terhadap ketahanan pangan nasional," ungkap Angga Tri.

Komitmen Polri

Kapolresta Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda diwakili Kepala Bagian Operasi Polresta Banjarbaru, Kompol Agus Sugiarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan “Ini program nasional, yang akan terus berlanjut ke penanaman selanjutnya. 

"Sinergitas ini perlu kita jaga, antara Polri dengan instansi pendukung lainnya mendukung ketahanan pangan khususnya jagung," katanya.

Kompol Agus Sugiarto menambahkan, Polres Banjarbaru senantiasa memberi perhatian dan berkomitmen terjun langsung.

"Hambatan kita diskusikan.Apa yang bisa kita bantu. Hal itu sesuai Undang-Undang Polri No. 2 Tahun 2022 tentang Harkamtibnas, bahwa ketahanan pangan itu penting bagi kita," katanya.

Jagung Pipil

Angga Tri A.P. mengatakan bahwa panen di lahan TeFa SMK-PP Negeri Banjarbaru seluas 3 hektar yang terbagi pada dua lokasi lahan praktik Guntung Lua SMK-PP Negeri Banjarbaru. 

"Nantinya akan dikeringkan di wilayah Polres Banjarbaru, dan akan segera diserap oleh Bulog Kalsel," katanya.

Ada pun jenis jagung, ungkap Angga Tri A.P. adalah jagung pipil dengan jenis Sumo Sakti, yang telah di tanam selama 110 sampai 112 hari.

"Hasil panen diperkirakan mencapai 10 ton mengacu pada hasil ubinan dengan kadar air 31 persen," katanya lagi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.