Sinergi Polri, SMK-PPN Kementan Latih Personel Polda Kalsel Budidaya Jagung & Sorgum

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Sinergi Polri, SMK-PPN Kementan Latih Personel Polda Kalsel Budidaya Jagung & Sorgum
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. diwakili Ketua TeFa, Abdul Wahid bersama Watpres Biro SDM Polda Kalsel, AKBP Dani Humardani membuka Praktik Lapangan Latram Budidaya Jagung dan Sorgum pada lahan praktik Guntung Lua, Kota Banjarbaru, Kalsel.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru terus mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari visi Indonesia Maju Indonesia Emas. Sekolah juga konsisten mendukung kebijakan sektor pertanian melalui berbagai bentuk kolaborasi antarlembaga.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, salah satunya kerjasama dengan Polisi Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada lahan Teaching Factory (TeFa) SMK-PP Negeri Banjarbaru, untuk mendukung peningkatan kemampuan individu dan mendukung peningkatan produksi jagung nasional.

Kolaborasi Kementan dan Kepolisian RI (Polri) berupa pelaksanaan ´Praktik Lapangan Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan (Latram) dalam Budidaya Jagung dan Sorgum´ pada lahan praktik Guntung Lua, Kota Banjarbaru Kamis, (1/10).

Dukungan Kementan bagi Polri selaras arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menegaskan fokus Kementan pada peningkatan produksi tanaman pangan.

"Budidaya tanaman pangan terutama padi, untuk mempercepat swasembada sebagai prioritas nasional," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kebijakan.

“Semua harus berkolaborasi untuk mendorong ketahanan pangan nasional. Peran petani, khususnya padi, sangat penting. Saat ini stok beras kita tertinggi dalam sejarah. Untuk mencapai swasembada, kita harus bekerja keras bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana diwakili Abdul Wahid, Ketua TeFa SMK-PP Negeri Banjarbaru menyambut baik dan terima kasih atas kepercayaan dari Polda Kalsel.

“Mewakili kepala sekolah, kami menyambut baik. Mudah-mudahan ini bisa tetap berlanjut, serta dapat memberikan manfaat bagi para anggota Polisi yang akan pensiun," kata Abdul Wahid.

Kegiatan Polri tersebut merupakan program yang dikelola oleh Biro Sumber Daya Manusia Polda Kalsel dan ditujukan bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP), baik anggota Polri maupun PNS yang akan memasuki masa pensiun.

Perwakilan Polda Kalsel, diwakili Kepala Bagian Watpres Biro SDM Polda Kalsel, AKBP Dani Humardani, “Hari ini kita dari Polda Kalsel melaksanakan pelatihan dan pelatihan bagi anggota yang akan pensiun 1 sampai 5 tahun lagi."

Pada kesempatan tersebut, peserta dibantu petugas lahan Tefa SMK-PP Negeri Banjarbaru melaksanakan kegiatan praktek pada lahan seluas 1 hektar, dengan jenis padi pipil dan sorgum.

Selain itu, peserta Latram mendapat kesempatan praktek langsung Penanaman jagung manual dan semi, penyemprotan jagung, pemupukan jagung menggunakan fure fertilizer serta mencoba langsung penanaman jagung menggunakan traktor dengan implement corn seedeer planter. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.