Polda Kalsel Dukung SMK-PP Kementan Edukasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Polda Kalsel Dukung SMK-PP Kementan Edukasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A. P diwakili Wakil Kepala Sekolah, Airin Nurmarita didampingi perwakilan Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKP Hilmi Wansyah pada kegiatan ´Edukasi Anti Narkoba´ yang terselenggara atas kerjasama Kementan dengan Polda Kalsel.

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba terus dilakukan SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Banjarbaru melalui kolaborasi Kementerian Pertanian RI (Kementan) dengan Kepolisian RI (Polri) untuk mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan genersi muda pada Jumat (6/11).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditya Permana mengatakan sinergi Kementan dan Polri didukung oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan sekolah binaan Kementan memberikan edukasi pada siswa tentang bahaya narkoba sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler anti narkoba.

Kegiatan Edukasi Anti Narkoba sejalan komitmen Kementan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, kompeten dan berdaya saing. 

Pendidikan vokasi tidak hanya diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan teknis pertanian, juga membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian, seperti SMK-PP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), memiliki peran strategis menyiapkan SDM berkualitas untuk memajukan sektor pertanian.

"Pertanian harus dikelola secara modern dengan dukungan generasi muda yang memiliki kompetensi dan mampu mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran generasi milenial dan Generasi Z melanjutkan pembangunan pertanian Indonesia.

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin juga menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab strategis mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi langsung bagi pembangunan pertanian.

SMKPPN Banjarbaru

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK-PPN Banjarbaru, Airin Nurmarita, yang mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditya Permana mengatakan, kegiatan edukasi merupakan bagian dari pelaksanaan kokurikuler yang mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik.

“Edukasi Anti Narkoba merupakan salah satu bagian dari kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan kurikulum dan menjadi pendukung pembelajaran di SMK-PPN Banjarbaru,” katanya.

Kegiatan edukasi berlangsung di Aula Kampus SMK-PPN Banjarbaru, Jumat (6/11) menghadirkan perwakilan Ditresnarkoba Polda Kalsel, AKP Hilmi Wansyah selaku Kepala Subbagian Analisis dan Evaluasi (Kasubbag Anev) Bagian Pembinaan Operasional (Binopsnal) Ditresnarkoba Polda Kalsel.

Kepala Sekolah, Angga Tri berharap sinergi dengan Ditresnarkoba Polda Kalsel dapat terus memperkuat pendidikan karakter, kesadaran hukum dan kedisiplinan peserta didik. 

Penyuluhan Anti Narkoba

Dalam penyuluhannya, AKP Hilmi Wansyah mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba dan tidak sekali-kali mencoba menggunakannya. 

Dia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik, kondisi mental, hingga berujung pada persoalan hukum.

“Lawan narkoba. Jauhi narkoba. Jangan pernah coba-coba. Narkoba dapat merusak fisik dan mental serta menyeret penggunanya ke dalam persoalan hukum,” pesannya kepada para siswa.

Materi penyuluhan mencakup pengenalan berbagai jenis narkoba dan obat-obatan terlarang, efek penyalahgunaan, tahapan seseorang terjerumus dalam penggunaan narkoba, serta langkah-langkah pencegahan agar tetap berada dalam lingkungan pergaulan yang sehat. 

Alumni SMKPPN Banjarbaru

AKP Hilmi Wansyah menegaskan, melalui edukasi, siswa diharapkan mampu mengenali risiko, membangun ketegasan mengambil keputusan dan berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Menariknya, AKP Hilmi Wansyah juga merupakan alumni SMK-PP Negeri Banjarbaru. Kehadirannya menjadi contoh bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian dapat berkiprah di berbagai bidang profesi dan turut memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang terampil di bidang pertanian, juga generasi muda yang sehat, berintegritas dan memiliki tanggung jawab untuk turut membangun masa depan bangsa. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.