Dies Natalis ke-71, SMK-PPN Kementan Tetap Berkarya bagi Generasi Pertanian

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Dies Natalis ke-71, SMK-PPN Kementan Tetap Berkarya bagi Generasi Pertanian
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P [ke-3 kanan] bersama Wakil Kepala Airin Nurmarita [ke-4 kiri] mendampingi Kapusdik Kementan, Muhammad Amin bersama sejumlah undangan, pensiunan dan alumni pada kegiatan Dies Natalis ke-71 di Banjarbaru, Kalsel.

 

Banjabaru, Kalsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi pertanian lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) menggelar peringatan Dies Natalis ke-71.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditya Permana mengatakan, berawal dari Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) yang berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) maka SMK-PP Negeri Banjarbaru telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan pertanian di Indonesia selama 71 tahun.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan, dan PEPI memiliki peran penting dalam memajukan pertanian. 

"Pertanian perlu dikembangkan dengan pendekatan modern yang didukung SDM berkualitas dan adaptif terhadap inovasi teknologi," katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan generasi milenial dan Gen Z akan menjadi penggerak pembangunan pertanian ke depan.

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditya Permana mengatakan, sebagai lembaga pendidikan vokasi maka SMK-PP Negeri Banjarbaru menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) mulai dari proses pembelajaran, pengembangan kompetensi, penguatan SDM hingga perekrutan lulusan.

"Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya menghasilkan SDM pertanian yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. 
Untuk itu, Kementan terus memperkuat pendidikan vokasi sebagai bagian dari pembangunan pertanian," katanya.

Mengusung tema ´71 Tahun Berkarya, Bertumbuh dan Berinovasi untuk Pertanian Indonesia´, Dies Natalis ke-71 SMK-PP Negeri Banjarbaru diisi berbagai kegiatan yang diawali kegiatan pembukaan pada Rabu pekan lalu (28/10).

Berbagai lomba digelar bagi pegawai, siswa dan Pramuka tingkat SMP antara lain futsal, voli, tenis meja, majalah dinding, fotografi, presentasi bisnis, tumpeng dan lomba Pramuka tingkat SMP memperebutkan Piala Kapusdiktan.

Dies Natalis
Selain perlombaan, sekolah juga menggelar kegiatan sosial dan kebersamaan seperti donor darah bekerja sama dengan RSUD Idaman Banjarbaru, jalan santai keluarga besar SMK-PP Negeri Banjarbaru, serta sarasehan bersama pensiunan dan alumni.

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Muhammad Amin, pada Minggu (1/11).

Dalam sambutannya, Muhammad Amin menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar SMK-PP Negeri Banjarbaru terus berkarya dan berinovasi dalam mencetak generasi pertanian.

“Selamat Dies Natalis SMK-PP Negeri Banjarbaru yang ke-71, semoga tetap berkarya, berinovasi dan terus memberikan semangat kepada peserta didik, agar menjadi lulusan yang memajukan pertanian Indonesia,” katanya.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P mengajak seluruh warga sekolah menjadikan Dies Natalis sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan sekolah.

“Mari kita jadikan hari ulang tahun SMK-PP Negeri Banjarbaru ke-71 ini sebagai momentum melangkah lebih jauh, lebih kuat, lebih bermakna mewujudkan sekolah yang unggul. Kita tetap berkarya, bertumbuh & berinovasi untuk pertanian Indonesia,” katanya saat menutup Dies Natalis. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.