Tangkal Karhutla, Kementan Bekali Siswa SMKPP Keterampilan Mitigasi Bencana
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, termasuk generasi muda, tak terkecuali siswa/i Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, pendidikan vokasi lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengatakan, pengetahuan tentang mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat menjadi bekal penting bagi siswa, khususnya calon generasi penerus pembangunan pertanian.
Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga lahan pertanian dan lingkungan agar tetap produktif. Generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” katanya.
Sejalan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan SDM pertanian tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pendidikan pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan," katanya.
Menurut Kabadan, edukasi tentang pencegahan karhutla menjadi bagian penting membentuk SDM pertanian yang bertanggung jawab dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin menekankan pentingnya menanamkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dalam proses pendidikan.
"Sebagai calon pelaku pembangunan pertanian, siswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi risiko bencana di lingkungan sekitar," katanya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Kementan mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru untuk memberikan ´Edukasi Mitigasi Bencana, Pencegahan Karhutla dan Kesiapsiagaan menghadapi Keadaan Darurat´ di Banjarbaru, Kalsel pada Selasa (20/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lahan Praktik H. Idak SMK-PP Negeri Banjarbaru tersebut diikuti oleh guru, petugas lahan praktik dan siswa kelas X, XI, dan XII tahun ajaran 2026/2027.
"Peserta edukasi diharapkan mampu memahami potensi ancaman bencana sekaligus mengetahui langkah yang tepat untuk mencegah dan menghadapinya," katanya.
Angga Tri A. P mengatakan, kegiatan edukasi bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan peserta didik menghadapi potensi bencana, khususnya Karhutla yang menjadi salah satu risiko di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Melalui edukasi, kami ingin meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa serta seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana," katanya lagi.
Dengan begitu, ungkap Angga Tri, mereka tidak hanya mengetahui risikonya, juga memahami langkah pencegahan dan tindakan yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
Tim BPBD Kalsel
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Tim BPBD Kota Banjarbaru menyampaikan materi mengenai mitigasi bencana, sebaran Karhutla di Kalsel, ancaman dan dampak kebakaran, prosedur evakuasi, langkah pencegahan hingga tata cara melaporkan kejadian kebakaran kepada pihak berwenang.
Tidak hanya memperoleh materi secara teori, peserta juga mengikuti praktik penggunaan alat pemadam api.
Mereka diperkenalkan dengan cara memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai prosedur keselamatan.
"Praktik tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran agar siswa tidak hanya memahami bahaya kebakaran, tetapi juga mengenali langkah penanganan awal yang tepat," kata Angga Tri A.P.
Dengan pembekalan tersebut, warga sekolah diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan, mengutamakan keselamatan diri, serta bertindak secara tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
"Kegiatan edukasi mitigasi bencana dan pencegahan Karhutla, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus mendorong terbentuknya generasi muda pertanian yang tidak hanya terampil dan kompeten, juga tanggap bencana serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
