Siswa SMK-PP Negeri Kementan Borong 7 Piala Lomba PMR se-Kalsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menorehkan prestasi pada ajang ´Human Education of Red Cross disingkat Heroes ke-V´ yakni Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Madya dan Wira se-Kalimantan Selatan Terbuka.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, dalam kompetisi yang berlangsung pada 16 - 18 Oktober 2026 tersebut, delegasi PMR SMK-PP Negeri Banjarbaru berhasil membawa pulang tujuh piala dari sejumlah kategori lomba.
Capaian tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian RI (Kementan) membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompeten dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi.
Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, pendidikan vokasi juga berperan membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi, termasuk SMK-PP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), berperan penting menyiapkan SDM untuk mendukung kemajuan pertanian.
"Penguasaan keterampilan dan kesiapan generasi muda menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan pertanian modern," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan pertanian.
“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian bertanggung jawab mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.
SMKPPN Banjarbaru
Kompetisi diselenggarakan PMR Unit MAN 2 Hulu Sungai Tengah berlangsung di MAN 2 Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, SMK-PP Negeri Banjarbaru mengirimkan 27 siswa kelas X dan XI tahun ajaran 2026/2027 yang terbagi dalam sembilan tim.
"Capaian tersebut menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan kerja sama siswa dalam mengembangkan keterampilan kepalangmerahan," katanya.
Melalui kompetisi tersebut, siswa juga mengasah kemampuan teknis sekaligus belajar tentang kepedulian sosial, kesiapsiagaan, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Angga Tri A.P. mengatakan bahwa perlombaan menjadi sarana bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pengetahuan tentang kemanusiaan.
“Perlombaan menjadi wadah unjuk ketangkasan, pengetahuan kemanusiaan, dan kesiapsiagaan bagi seluruh pelajar tingkat MA/Wira/Madya se-Kalimantan Selatan,” katanya.
Tujuh Penghargaan
Berkat persiapan dan latihan intensif, kontingen PMR SMK-PP Negeri Banjarbaru meraih tujuh penghargaan, yakni Juara I dan Juara II Tandu Tutup Mata, Juara I Pendidikan Remaja Sebaya, Juara II dan Juara Harapan II Pertolongan Pertama, Juara III Pentas Seni, serta Juara III Foto Kontes.
Pada kategori Tandu Tutup Mata, tim A yang diperkuat Abdul Ghani dan Aufa Yumna Putri dari kelas XI ATPH A serta Muhammad Fawwaz Nurkholis dari kelas X ATP B berhasil meraih Juara I.
Sementara itu, Juara II diraih tim B yang terdiri atas Ridho Ramadan dari kelas X ATP B 2, Vien Agus Tina Tando dari kelas X ATPH, dan Muhammad Ilham Dwi Cahaya.
Prestasi lainnya diraih pada kategori Pendidikan Remaja Sebaya. Tim A yang beranggotakan Anggita Mayla Nafara dan Myriam Berliani Novembrina dari kelas XI ATPH A serta Talita Hasna Humaira Noor dari kelas XI ATPH B berhasil meraih Juara I.
Keterampilan Sosial
Pada kategori Pertolongan Pertama, tim B yang terdiri atas Nurul Afiah dari kelas X ATPH 2, Dini Ariani dari kelas X ATPH 3, Rossa Dhiva Zhalia dari kelas X ATPH A, dan Tsamara Jihan Nabilla dari kelas X ATP A meraih Juara II.
Sementara itu, Juara Harapan II Pertolongan Pertama diraih tim A yang beranggotakan Indri Rhamadani, Nurul Auliani, dan Istiqomah dari kelas X APHP, serta Lutfhiana Sholekha dari kelas X ATPH.
Dua penghargaan lainnya diraih pada kategori Pentas Seni dan Foto Kontes. Arya Bima Putra dari kelas XI ATP turut mengantarkan delegasi sekolah meraih Juara III pada kedua kategori tersebut.
Prestasi siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru dalam ajang PMR menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada kompetensi keahlian, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan keterampilan sosial.
Bekal tersebut diharapkan membentuk generasi muda yang tangguh, peduli terhadap sesama, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan pertanian Indonesia. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Jakarta [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
