Tanam Bersama Kapuas Kalteng, Kabadan SDM Kementan Dorong Peningkatan IP

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Tanam Bersama Kapuas Kalteng, Kabadan SDM Kementan Dorong Peningkatan IP
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A. P., selaku PJ Kabupaten Kapuas [ke-5 kanan] mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti [tengah] memimpin giat Tanam Bersama seluas 5 hektar di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, yang menerapkan sistem Tabela menggunakan Drone Seeder dan Blower.

 

Kapuas, Kalteng (B2B) - Gerakan Tanam Padi menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian RI (Kementan) untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Peningkatan frekuensi tanam, maka lahan yang tersedia diharapkan memberikan kontribusi lebih besar bagi peningkatan produksi pangan nasional.

Selain memperluas areal tanam, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan langkah penting menjaga stabilitas produksi pangan nasional, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.

"Setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah, harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional," katanya.

SMKPPN Banjarbaru
Kali ini, SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPSDMP) kembali melaksanakan giat Tanam Bersama Kabupaten Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (24/9).

Kepala Sekolah SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana selaku Penanggung Jawab (PJ) Kabupaten Kapuas mengatakan, lokasi tanam berada di lahan CSR Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dengan luas tanam pada Kamis (24/9) seluas 5 hektar, menerapkan sistem Tabela menggunakan Drone Seeder dan Blower.

Hadir Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, yang mengharapkan penanaman melalui program CSR tidak mengalami keterlambatan. 

"Hambatan terkait tata kelola air perlu segera diperbaiki agar lahan, yang biasanya mulai tergenang pada Januari tetap dapat diupayakan untuk ditanami,” katanya.

Tata Kelola Air
Kabadan Santi mengingatkan, diperlukan sinergi dan kerja sama seluruh stakeholders, untuk mengatasi berbagai kendala sehingga kegiatan penanaman dapat terlaksana secara optimal.

“Tata kelola air di Dadahup ditargetkan dapat selesai pada 2028. Selama proses dan tahapan pembangunan berlangsung, diharapkan tetap dilakukan penanaman pada wilayah yang memungkinkan dan memiliki potensi untuk ditanami," ungkap Santi.

Fokus utama selama masa perbaikan tata air, katanya lagi, adalah memanfaatkan lahan yang sudah memungkinkan untuk ditanami, sehingga tidak perlu menunggu seluruh sistem tata air selesai terlebih dahulu.

Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, selaku PJ Kabupaten Kapuas siap mendukung program dari Kementan. 

Pintu Air
Angga Tri AP turut mendampingi Kabadan Santi beserta rombongan meninjau Pintu Air di B2 pada lokasi yang akan ditanami pada Oktober 2026.

Pintu Air di B2 di bawah kendali Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, yang aktif melakukan penanganan kekeringan lahan pertanian dan pemantauan tinggi muka air di kawasan PDA Dadahup - BWS Kalimantan II Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Pada kunjungan tersebut, pihak BWS berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan pertanaman padi di Dadahup, dengan mulai dipasangnya pintu air hidrolik otomatis, yang dapat dipantau serta dioperasikan jarak jauh via daring dari ruang UP DIR Dadahup. 

"Teknologi tersebut dapat menghemat buka tutup pintu air dengan cepat. Selain itu juga dilengkapi sensor dan CCTV untuk mengawasi ketinggian air dan kualitas airnya," kata Angga Tri. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Kapuas of Central Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.