Keterampilan Olah Hasil, Chef Hotel Bintang Latih Siswa SMK-PP Negeri Kementan

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Keterampilan Olah Hasil, Chef Hotel Bintang Latih Siswa SMK-PP Negeri Kementan
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. apresiasi kehadiran Rahmat [kanan] Chef Hotel Rodhita, Banjarbaru, Kalsel selaku praktisi industri perhotelan melatih siswa/i SMKPPN Banjarbaru memperkuat kompetensi siswa melalui ´Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Siswa Kompetensi Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).´

 

Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Pendidikan vokasi pertanian lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) membekali siswa dengan pengetahuan budidaya, juga keterampilan pengolahan hasil pertanian dan kewirausahaan, dengan menghadirkan praktisi industri perhotelan, Chef Rahmat dari Hotel Rodhita, Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, Kementan memperkuat kompetensi siswa melalui ´Pelatihan Pembuatan Bakery bagi Siswa Kompetensi Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) pada Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru. Kalsel.

Pelatihan diikuti 19 siswa kelas XI Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung di Laboratorium Pengolahan Hasil, Teaching Factory SMK-PP Negeri Banjarbaru melalui dua pertemuan, Kamis (15/10) dan Senin (19/10) dibimbing chef profesional. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang berkualitas. 

Pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik, termasuk melalui keterlibatan praktisi serta pengalaman di luar kelas, menjadi salah satu cara memperkaya wawasan dan meningkatkan keterampilan peserta didik.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, siswa SMK-PP dan mahasiswa Polbangtan merupakan calon petani milenial serta wirausahawan muda pertanian terdidik yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap kemajuan sektor pertanian.

“Mulai saat ini harus kita didik dan persiapkan, serta kita tingkatkan mental, ilmu, keterampilan, dan lain-lain agar mereka menjadi petani yang terampil, tangguh, dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian.

SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P mengatakan, kegiatan pelatihan sejalan dengan komitmen Kementan memperkuat pendidikan vokasi untuk menghasilkan SDM pertanian yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. 

"Penguasaan keterampilan pengolahan hasil pertanian juga menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, kata Angga Tri A.P, siswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai teknik dan tahapan pembuatan bakery sesuai standar industri perhotelan. 

"Materi yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa menghasilkan produk olahan berkualitas, memiliki nilai jual dan memenuhi kebutuhan konsumen," katanya.

Dunia Usaha
Angga Tri A.P mengatakan, keterlibatan praktisi industri menjadi bagian dari upaya sekolah mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. 

"Pengalaman praktik secara langsung, mendorong siswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di kelas, juga memperoleh wawasan mengenai standar mutu, proses produksi, dan peluang usaha di bidang pengolahan pangan," katanya.

Dia mengingatkan siswa agar percaya diri terhadap pilihan pendidikan yang telah ditempuh dan terus mengembangkan kemampuan selama belajar.

Angga Tri A.P mendorong para siswa untuk bangga menjadi bagian dari generasi penerus pertanian Indonesia, tetap fokus, memberikan hasil kerja terbaik yang berorientasi pada pencapaian.

Pengalaman Belajar
Ketua Kompetensi Keahlian APHP, Dewi Anggie menjelaskan bahwa pelatihan bersama praktisi industri bertujuan memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Interaksi langsung dengan tenaga profesional dapat memperluas wawasan siswa sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dalam pengolahan pangan," katanya.

Pada kegiatan pelatihan tersebut, SMK-PP Negeri Banjarbaru berharap siswa semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu melihat peluang usaha dari pengolahan hasil pertanian. 

"Keterampilan yang diperoleh juga diharapkan menjadi modal untuk mengembangkan produk pangan bernilai tambah serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini," kata Dewi Anggie. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.