Kementan Dorong Generasi Muda Pertanian Inovatif dan Kompeten melalui PM-AAS
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Bagaimana Indonesia bisa mencapai swasembada pangan sekaligus mempertahankan secara berkelanjutan? Kementerian Pertanian RI (Kementan) menyiapkan salah satu jawabannya melalui penerapan Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan teknologi presisi, mekanisasi, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan usaha tani.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, strategi tersebut menjadi pembahasan utama webinar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 44 Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) melalui SMK-PP Negeri Banjarbaru, Sabtu (31/10).
Webinar MAF mengangkat tema ´AgriTech Revolution: Generasi Muda Pertanian yang Inovatif dan Kompeten melalui PM-AAS´. MAF mengajak generasi muda pertanian memahami arah transformasi pertanian Indonesia sekaligus pentingnya kesiapan SDM pertanian mengadopsi dan mengoptimalkan teknologi di lapangan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, transformasi menuju pertanian modern membutuhkan SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi.
"Pemanfaatan teknologi pertanian menjadi bagian penting meningkatkan produktivitas sekaligus emempercepat pencapaian swasembada pangan nasional," katanya.
Mentan Amran menegaskan, pemanfaatan teknologi pertanian harus terus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti pada pembukaan MAF Volume 7 Edisi 44/2026 mengatakan, topik yang saat ini banyak digandrungi oleh anak-anak muda adalah bagaimana memanfaatkan inovasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui PM-AAS.
“Tentu saja anak-anak muda juga siap untuk belajar, karena anak-anak muda adaptif terhadap inovasi, juga teknologi baru dan kemudian anak-anak muda kita ini tentu saja ketika kita dorong atau kita invide,” katanya.
Penerapan teknologi PM-AAS untuk meningkatkan efisiensi tanam dan hasil pertanian per hektar. Agritech mendorong transformasi pertanian menuju produksi pangan berkelanjutan melalui inovasi.
"PM-AAS tersebut dirancang untuk mengoptimalkan proses produksi melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, presisi, dan efisiensi sumber daya,” kata Kabadan Santi.
Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin pada closing statement mengatakan, dengan adanya PM-AAS, diharapkan produktivitas pertanian meningkat.
"Setidaknya, dua kali lipat dari produktivitas sebelumnya dengan adanya penerapan PM-AAS,” katanya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P pada webinar MAF mengatakan, Kementan akan sharing terkait dengan Agritech revolution yakni pertanian yang inovatif, kompeten melalui metode PM-AAS.
"PM-AAS merupakan salah satu ikon dari Kementan. Sudah dilaksanakan melalui riset-riset dan kemudian menjadi produk pertanian modern agriculture advanced system-nya," katanya.
Angga Tri A.P menambahkan, MAF Vol. 7 Edisi 44/2026 menghadirkan dua narasumber dengan perspektif saling melengkapi.
Retdiyano Aliviar Suwardana dari Katimker Pendampingan Moderninasi Pertanian Wilayah 2 atau Analis Standardisasi BRMP Kalimantan Selatan. Pemateri kedua, Khairiyanti dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Banjarbaru.
Pertanian Kekinian
Retdiyano Aliviar Suwardana mengulas materi tentang ´Agritech Revolution For Milenial: Sawah Modern di Tangan Milenial´ yang terkait Pertanian Kekinian Metode PM-AAS.
"Tujuannya, mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian, dari pekerjaan tradisional menjadi peluang modern, presisi, dan menjanjikan," katanya.
Pemateri kedua, Khairiyanti membahas ´Dukungan Lahan dan Irigasi Pertanian untuk mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan´. Materinya membahas pemanfaatan sarana prasarana pertanian untuk mendukung penerapan PM-AAS.
Angga Tri A.P menambahkan, melalui kegiatan MAF, BPPSDMP Kementan terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda pertanian.
"Targetnya, agar generasi muda mampu menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian yang lebih modern, produktif, efisien, dan berkelanjutan," katanya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
