Juara Umum Lomba PMR Tingkat Wira Kalsel, SMKPN Kementan Toreh Prestasi
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru kembali mengirimkan delegasi Palang Merah Remaja (PMR) SMK-PP Negeri Banjarbaru pada Lomba PMR se-Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kali ini, kontingen sekolah sukses kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi dengan membawa pulang sejumlah piala dari ajang Lomba Kepalangmerahan se-Kalimantan Selatan Terbuka.
Kompetisi tingkat wira digelar oleh PMR SMA Negeri 6 Banjarmasin, yang diselenggarakan selama dua hari, 12 - 13 September 2026. Sekolah mengirimkan 28 siswa dari kelas X dan XI, dengan 10 tim.
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus berusaha mencetak SDM Pertanian yang unggul dan berdaya saing, Kementan terus melakukan gebrakan.
Selain melalui pelatihan vokasi yang baru-baru ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, Kementan mendorong melalui pendidikan vokasi yang juga menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.
SDM Pertanian
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan dan PEPI memiliki peran penting untuk memajukan pertanian.
"Pertanian pun dapat di digarap dengan cara-cara kekinian, namun hal tersebut harus didukung oleh SDM yang memadai," katanya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan, di tangan milenial dan generasi Z pembangunan pertanian akan dijalankan.
“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasai pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., mengatakan perlombaan menjadi wadah unjuk ketangkasan, pengetahuan kemanusiaan, dan kesiapsiagaan bagi seluruh pelajar tingkat MA/Wira/Madya se-Kalimantan Selatan.
"Berbekal latihan keras dan kerja sama tim yang solid, perwakilan tingkat Wira dari SMK PP Negeri Banjarbaru sukses mendominasi beberapa cabang lomba, dan berhasil menjadi Juara Umum Tingkat Wira Sekalimantan Terbuka dan juga berhasil meraih 3 piala di antaranya," katanya.
Juara 1 Cuci Tangan Pakai Sabun dengan tim, Arya Bima Putra (XI ATP), Naila Azkia (X ATPH), Jannah Nur Atha (X APHP), Lutfhiana Solekha (X ATPH), Nurul Afiah (X ATPH), Syifa Maulida (X ATPH) dan Indri Rhamadani (X APHP).
Juara 2 Tandu Cepat 1 dengan tim, Muhammad Fawwaz Nurkholis (X ATP B), Ridho Ramadan (X ATP B), dan Vien Agus Tina Tando (X ATPH).
Terakhir, Juara Harapan 1 PRS 1 dengan tim, Talita Hasna Humaira Noor (XI ATPH B), Myriam Berliani Novembrina (XI ATPH A), dan Salsabila Riyandika Syakiib (XI ATPH A). [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
