Gertam 25 Provinsi, Kementan Pacu IP Oplah & CSR Sumut hingga Kalteng
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Langkat, Sumut (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak pada 25 provinsi oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) yang dipusatkan di Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (31/8) dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti.
Gertam Serempak 25 provinsi fokus pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan nasional dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Selain di Langkat, Sumut, Gertam Serempak digelar di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, wilayah koordinasi Brigade Pangan dan Luas Tambah Tanam (LTT) dari Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementan di Kabupaten Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Gertam Kalteng dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, bersama tamu undangan, pelaksanaan kegiatan gertam ini seluas 1 hektar dengan luasan lahan utama 20 hektar, varietas Inpari 42 dengan metode tanam Drone Seeder dan Blower.
Hadir dalam kegiatan Gertam Serempak di Langkat, Sumut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti didampingi Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, perwakilan Pemprov Sumut, perwakilan Pemkab Langkat serta kepala daerah dan jajaran pertanian di lokasi Gertam Serempak.
Kabadan SDM mengatakan, Gertam Serempak menjadi salah satu strategi Kementan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Oplah dan CSR. Guna peningkatan frekuensi tanam, lahan yang tersedia diharapkan berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
"Selain memperluas areal tanam, juga diarahkan untuk meningkatkan IP sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat," katanya.
Stabilitas Produksi
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan langkah penting menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
"Setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional," katanya.
Kabadan SDM Idha Widi Arsanti menambahkan, Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan tanam bersama, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI - Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujarnya.
Gertam Serempak ke-13
Tujuan utama Gertam Serempak, meningkatkan IP pada lahan Oplah dan CSR agar mampu menghasilkan dua hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.
Upaya tersebut menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat swasembada pangan.
“Target kita adalah mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300 pada lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah," kata Arsanti.
Dengan peningkatan frekuensi tanam, produktivitas lahan akan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani maupun ketahanan pangan nasional.
Arsanti menjelaskan, Gertam Serempak yang dilaksanakan di Langkat merupakan pelaksanaan ke-13 sepanjang tahun 2026 dan menjadi kegiatan dengan target tanam terbesar dari sebelumnya.
“Gerakan tanam hari ini merupakan yang ke-13 dan memiliki target tertinggi, yaitu 70.000 hektar. Sebelumnya, target tanam pada kisaran 50.000 hektar. Kami berharap dalam satu hingga dua hari ke depan target tersebut dapat tercapai,” ujarnya.
Kolaborasi Pertanian
Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan yang telah dicapai merupakan hasil kerja bersama petani, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat pembangunan pertanian.
“Keberhasilan swasembada pangan adalah keberhasilan kita bersama. Karena itu, semangat kolaborasi harus terus dijaga agar produksi pangan nasional tetap meningkat dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam menghadapi potensi El Nino, Kementan terus memperkuat langkah mitigasi melalui program pompanisasi dan irigasi perpompaan (Irpom) untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanaman.
Program tersebut menjadi strategi cepat pemerintah mengalirkan air dari berbagai sumber ke lahan pertanian sehingga IP tetap dapat ditingkatkan meski menghadapi ancaman kekeringan.
Realisasi Tanam
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah penyelamatan lahan yang berpotensi terdampak kekeringan melalui pemulihan fungsi lahan, bantuan benih, dan optimalisasi pengairan.
Upaya tersebut sejalan dengan target Kementan untuk menyelamatkan hingga 95% lahan pertanian yang terancam kekeringan dan meminimalkan risiko puso di sentra-sentra produksi pangan.
Menurut Arsanti, penyuluh memiliki peran penting memastikan petani memperoleh informasi secara cepat terkait teknologi budidaya, kondisi iklim, pengelolaan air hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman sehingga proses produksi dapat berjalan optimal.
Berdasarkan data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 30 Agustus 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 700.288,73 hektare dengan IP 2,01. Sementara Oplah 2025 mencapai 877.595,51 hektare dengan IP 2,00, sedangkan CSR 2025 telah tertanami seluas 71.400,08 hektare dengan IP 1,16.
Pemerintah Daerah
Dalam sesi dialog, Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha, menyampaikan bahwa indeks pertanaman di wilayahnya telah mencapai IP 200 dan ditargetkan meningkat menjadi IP 300.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah berharap adanya tambahan alat dan mesin pertanian bagi Brigade Pangan.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Akselerasi Standardisasi dan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, yang mengikuti kegiatan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, melaporkan bahwa potensi pemanfaatan sumber air pada lahan Oplah di wilayahnya masih dapat terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan luas tanam.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan kebutuhan benih untuk mendukung percepatan tanam pada areal sekitar 2.600 hektare serta melaporkan adanya potensi penambahan luas lahan program Cetak Sawah Rakyat di daerahnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Arsanti menegaskan bahwa seluruh laporan dan usulan dari pemerintah daerah akan segera ditindaklanjuti bersama unit teknis terkait.
Penambahan Luas CSR
Khusus usulan penambahan luas Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Siak, koordinasi akan dilakukan dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian guna mendukung percepatan pengembangan areal tanam baru.
Arsanti juga menekankan pentingnya konsolidasi lahan oleh Brigade Pangan agar pengelolaan usaha tani menjadi lebih efisien.
Dengan hamparan yang lebih luas, pemanfaatan alat dan mesin pertanian dapat dioptimalkan sehingga biaya produksi dapat ditekan, waktu tanam dipersingkat, dan produktivitas meningkat.
Dia mengingatkan pentingnya pelaporan yang cepat dan akurat terkait realisasi tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta berbagai kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga petani di lokasi pelaksanaan.
Gertam Kalteng
Gerakan Tanam Serempak juga menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian dan memperkuat regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
Selain di Sumut, Gertam Serempak juga dilaksanakan di Kalteng, tepatnya di Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, yang merupakan wilayah koordinasi Brigade Pangan dan LTT, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru.
Dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, bersama tamu undangan, pelaksanaan kegiatan gertam ini seluas 1 hektar dengan luasan lahan utama sebesar 20 hektar, dengan varietas Inpari 42, dan menggunakan metode tanam Drone Seeder dan Blower. [Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru]
Langkat of North Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
