Sinergi Kementan - TNI AU, Seskoau Edukasi Karhutla Siswa SMK-PPN Banjarbaru
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banjarbaru, Kalsel (B2B) - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, seperti ditempuh Kementerian Pertanian RI (Kementan) dengan TNI AU melakukan ´Edukasi Karhutla´ bagi generasi muda khususnya siswa/i SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan sinergi Kementan dan TNI AU ditempuh oleh Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Lembang, Jawa Barat melalui sosialisasi dan edukasi pencegahan dan dampak Karhutla bagi siswa/i SMKPPN Banjarbaru pada Rabu (2/9).
Tim Seskoau didampingi Danramil 05 Karang Intan dan Babinsa Kelurahan Komet, memberi sosialisasi bertajuk ´Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan” bagi siswa kelas X dan XI Tahun Ajaran 2026/2027 SMK-PPN Banjarbaru.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi dan kepedulian seluruh pihak, termasuk generasi muda.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga lahan pertanian dan lingkungan tetap produktif," katanya.
Generasi muda, ungkap Mentan Amran, harus menjadi bagian gerakan menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini.
Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan SDM pertanian tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, juga pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Pendidikan pertanian harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan," katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa SMK-PP Negeri Kementan sebagai calon pelaku pembangunan pertanian di masa depan.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Edukasi dari Tim Seskoau memberikan tambahan pengetahuan bagi siswa mengenai upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
"Pemahaman mengenai kelestarian lingkungan dan pencegahan bencana perlu menjadi bagian dari proses pendidikan agar siswa memiliki pengetahuan sekaligus kepedulian menjaga lingkungan," katanya.
Angga Tri menambahkan, kegiatan edukasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap ancaman Karhutla, khususnya di wilayah Kalsel yang memiliki potensi terdampak Karhutla.
“Kami menyambut baik kunjungan tim dari Seskoau memberikan pengetahuan terkait pencegahan Karhutla," katanya.
Diketahui, Kalsel merupakan salah satu provinsi yang terdampak Karhutla, sehingga pengetahuan tersebut sangat penting bagi para siswa.
"Edukasi tentang pencegahan Karhutla menjadi bagian penting membentuk SDM pertanian yang bertanggung jawab dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat,” ungkap Angga Tri.
Seskoau Lembang
Sementara itu, perwakilan Seskoau Lembang, Mayor Penerbang (Pnb) Andy mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi ancaman lintas sektor.
Kegiatan edukasi sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
“Sosialisasi berupaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi muda terhadap bahaya Karhutla sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam upaya pencegahan Karhutla," kata Mayor Pnb Andy.
Dia menambahkan, edukasi sejak dini penting untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya api serta dampak yang ditimbulkan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Melalui sosialisasi, kita menanamkan pemahaman pada generasi penerus mengenai api dan dampak ketika terjadi Karhutla. Dampaknya, tidak hanya terhadap lingkungan juga kesehatan, ekonomi dan kehidupan sosial,” tambah Mayor Pnb Andy.
Kiat Pencegahan
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P apresiasi dukungan TNI AU khususnya Seskoau bagi siswa dan siswinya mendapat pemahaman tentang penyebab dan potensi terjadinya Karhutla.
"Begitu pula tentang dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Karhutla.
Melalui edukasi tersebut, diharapkan siswa SMK-PPN Banjarbaru tidak hanya memahami bahaya karhutla, juga mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pelestarian lingkungan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]
Banjarbaru of South Borneo [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
