Percepat Tanam, Kementan Genjot Pemanfaatan Lahan CSR di Musi Banyuasin

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Percepat Tanam, Kementan Genjot Pemanfaatan Lahan CSR di Musi Banyuasin
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso [ke-3 kanan] mendampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti [tengah] dan pimpinan TNI Polri Sumsel serta PJ Brigade Pangan Sumsel, Inneke Kusumawaty [ke-3 kiri].

 

Musi Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mengakselerasi pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, di antaranya melalui kegiatan Tanam Bersama di Kecamatan Sungai Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (2/4).

Kegiatan Tanam Bersama dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, sebagai bagian dari upaya percepatan tanam pada lahan-lahan baru hasil program cetak sawah.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

“Kementan harus bekerja luar biasa. Pemanfaatan lahan tidur dan optimalisasi lahan CSR merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan ketersediaan pangan dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Di lapangan, Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kesiapan Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendukung percepatan tanam perlu diiringi dengan penguatan lintas sektor, mulai dari ketersediaan alsintan, benih, hingga pendampingan penyuluh pertanian.

“Target awal 700 hektar, dan pada awal pekan depan ditingkatkan menjadi 1.700 hektar tanam padi. Masih terdapat sekitar 22.000 hektar lahan CSR yang belum ditanami dan ditargetkan dapat diselesaikan pada April ini,” katanya.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan percepatan tanam berjalan optimal di wilayah tersebut.

“Dengan dukungan teknologi, efisiensi meningkat dan indeks pertanaman dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

SMKPPN Sembawa

Pemerintah daerah Kabupaten Musi Banyuasin juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program percepatan tanam. Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ahmad Toyibir, yang mewakili Bupati Musi Banyuasin.

“Kunci keberhasilan ada pada semangat petani dan penyuluh. Tidak boleh ada lahan yang tidak ditanam, dan Alsintan harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Kegiatan tanam bersama ini turut melibatkan berbagai unsur, antara lain Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin, TNI-Polri, jajaran Kejaksaan, serta penyuluh pertanian, Babinsa, dan Brigade Pangan yang berperan aktif dalam mendukung percepatan tanam di lapangan.

Melalui langkah ini, Kementan optimistis percepatan tanam di lahan CSR mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut lahan CSR sebagai ruang transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern melalui penerapan mekanisasi dan teknologi presisi. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Musi Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.