Bangun Jiwa Bisnis, SMKPP Kementan Hadirkan `Kulacino Cafe` di Sembawa

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Bangun Jiwa Bisnis, SMKPP Kementan Hadirkan `Kulacino Cafe` di Sembawa
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso meresmikan Kulacino Cafe beserta jajarannya, yang bertujuan membangun jiwa kewirausahaan siswa di sektor hilirisasi pertanian sebagai mplementasi Teaching Factory [TeFa] di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK PP Negeri Sembawa lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) resmi meluncurkan unit bisnis kopi ´Kulacino Cafe´ pada Senin (27/4) sebagai bagian dari implementasi Teaching Factory (TeFa) untuk membangun jiwa kewirausahaan siswa di sektor hilirisasi pertanian.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Kulacino Cafe memanfaatkan peralatan dari program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) sebagai sarana pembelajaran praktik, mengusung konsep modern dengan kopi lokal hasil budidaya dan olahan siswa.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya transformasi pendidikan vokasi dalam mencetak petani milenial yang inovatif dan berdaya saing.

“Pendidikan vokasi harus menjadi tulang punggung lahirnya petani milenial. Tidak hanya fokus pada budidaya, juga mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa TeFa sebagai pendekatan strategis yang menghadirkan suasana belajar setara dunia industri.

“Melalui TeFa, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengelola usaha. Ini penting untuk mencetak SDM pertanian yang mandiri, modern, dan profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut TeFa sebagai indikator pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis,” tegasnya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan Kulacino Cafe dirancang sebagai laboratorium bisnis sekaligus ruang kolaborasi lintas program studi.

“Kafe ini menjadi sarana belajar keterampilan praktis, khususnya di bidang kopi yang punya peluang pasar besar. Sekaligus ruang diskusi yang nyaman bagi warga sekolah,” katanya.

Budi Santoso menambahkan, konsep usaha ini melibatkan berbagai program studi. Siswa jurusan perkebunan berperan dalam pengolahan dan kualitas kopi.

"Sementara jurusan tanaman pangan dan hortikultura menyuplai produk pendukung seperti jagung manis dan kacang rebus," ungkapnya.

Kaprodi Agribisnis Hasil Pertanian, Erni Prabawati mengatakan kafe juga menjadi wadah pengembangan keterampilan Barista yang diminati kalangan muda.

“Melalui Kulacino, siswa tidak hanya belajar bisnis, juga menguasai keterampilan yang relevan dengan tren industri,” ujarnya.

Peresmian Kulacino Cafe dihadiri jajaran manajemen sekolah. Para tamu turut mencicipi racikan kopi yang diolah siswa dengan standar kualitas tinggi.

Melalui unit usaha ini, ungkap Budi Santoso, SMK PP Negeri Sembawa berharap dapat terus mendorong inovasi produk pertanian sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan pendidikan vokasi. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.