Sinergi Apik, Kementan Latih Kompetensi Pertanian Yon TP Korem 044/Gapo

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Sinergi Apik, Kementan Latih Kompetensi Pertanian Yon TP Korem 044/Gapo
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili oleh Kepala Tata Usaha (TU) Syamsiyah [ke-3 kanan] bersama Kastaf Korem 044/Gapo, Kolonel Inf Andi Kuswulandari [tengah] bersama para peserta ´Pelatihan Kompetensi Pertanian Komoditas Padi´ Batalyon Teritorial (Yon TP).

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional, Kementerian Pertanian RI khususnya SMK PPN Sembawa menyelenggarakan ´Pelatihan Kompetensi Pertanian Komoditas Padi´ bagi prajurit TNI AD pada Batalyon Teritorial (Yon TP) Komando Resort Militer (Korem) 044/Garuda Dempo (Gapo).

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan pelatihan intensif berlangsung selama enam hari,  23 - 28 April 2026 di lahan praktik dan ruang kelas SMK PPN Sembawa.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi krisis pangan global.
Pertanian adalah sektor yang sangat vital. 

"Pelibatan aparat dalam program ketahanan pangan, khususnya padi, merupakan langkah strategis memastikan ketersediaan pangan di seluruh pelosok negeri. Kita harus bergerak cepat dan tepat demi kedaulatan pangan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan fondasi utama keberhasilan sektor pertanian.

“Kementan terus mendorong UPT pendidikan vokasi pertanian seperti SMK PP Kementan menjadi pusat keunggulan (center of excellence). Pelatihan bagi prajurit Yon TP membuktikan bahwa vokasi pertanian tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya kompetensi teknis para instruktur dalam mendukung keberhasilan pelatihan.

“Instruktur harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni agar dapat mentransfer teknologi serta metode pertanian berkelanjutan kepada peserta, sehingga mereka memiliki bekal kuat saat bertugas di lapangan,” ungkapnya.

SMKPPN Sembawa
Dalam sambutannya, Kepala Staf Korem 044/Gapo, Kolonel Inf Andi Kuswulandari melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 100 prajurit TNI dari empat batalyon.

“Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknis prajurit di bidang pertanian. Ketahanan pangan merupakan aspek krusial dalam mendukung stabilitas dan ketahanan nasional,” jelasnya.

Kolonel Inf Andi Kuswulandari mengimbau para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para pembina dan pelatih,” tambahnya.

Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Syamsiyah, Kamis (23/4) menyampaikan bahwa pelatihan melibatkan guru serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) sebagai fasilitator utama.

“Peserta dibekali materi komprehensif mulai dari penyiapan bibit, penanaman, pengairan, penyiangan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT hingga panen,” jelasnya.

Syamsiyah menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

“Fokus utama adalah penerapan teknologi budidaya padi varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim,” ujarnya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.