Kenalkan sejak Dini, SMK PP Kementan Terima Kunjungan Siswa SMP Palembang

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kenalkan sejak Dini, SMK PP Kementan Terima Kunjungan Siswa SMP Palembang
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan pada kunjungan Agroeduwisata siswa/i diajak melihat langsung bagaimana sektor pertanian tidak hanya fokus pada budidaya, juga mencakup aspek bisnis, teknologi, dan ketahanan pangan.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya SMK PPN Sembawa kembali menunjukkan perannya sebagai pusat edukasi pertanian unggulan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, dengan menerima Kunjungan Agroeduwisata dari 32 siswa/i SMP High Scope Kota Palembang pada Kamis (16/4).

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMK PPN) Sembawa, Budi Santoso mengatakan 
kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan dunia pertanian sejak dini melalui pendekatan praktis, modern, dan berbasis industri. 

Kegiatan Agroeduwisata sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan, yang menegaskan pentingnya regenerasi petani melalui pendekatan edukasi yang menarik dan relevan.

“Pertanian masa depan harus diisi oleh generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki kemampuan manajerial. Agroeduwisata salah satu pintu masuk untuk menunjukkan bahwa pertanian adalah sektor modern dan menjanjikan,” katanya.

Hal senada dikemukakan oeh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan vokasi dan edukasi publik.

“Melalui kegiatan agroeduwisata, siswa dapat melihat langsung proses produksi pangan yang memenuhi standar, hingga bagaimana produk tersebut dipasarkan secara aman kepada konsumen,” jelasnya.

SMK PPN Sembawa 
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan pada kunjungan Agroeduwisata tersebut, siswa/i SMP High Scope Kota Palembang diajak melihat langsung bagaimana sektor pertanian tidak hanya fokus pada budidaya, juga mencakup aspek bisnis, teknologi, dan ketahanan pangan.

"Selama kunjungan, siswa mendapatkan pembelajaran komprehensif mengenai tiga pilar utama agribisnis yakni standar produksi, pemasaran (marketing) dan keamanan pangan," katanya.

Budi Santoso menambahkan, materi dirancang untuk membuka wawasan generasi muda bahwa pertanian merupakan sektor yang profesional, higienis, serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Edukasi keamanan pangan sejak dini sangat penting. Produk yang dikonsumsi sehari-hari melalui proses panjang yang memperhatikan aspek kesehatan dan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Pengalaman Belajar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca mewakili Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso 
menyampaikan kunjungan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi para siswa.

“Di lahan seluas 97 hektare ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung seperti pembuatan pupuk kompos dan budidaya tanaman sayuran bersama fasilitator,” katanya.

Titin Pransisca menambahkan, kegiatan Agroeduwisata juga memperkenalkan berbagai bidang usaha pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga agribisnis peternakan unggas.

Wakil Kepala SMP High Scope Palembang, Deby Aprianti, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar nyata bagi siswa kelas 6 hingga 9.

“Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami langsung proses pertanian modern, mulai dari pembibitan, penanaman hingga panen. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di greenhouse yang telah kami kembangkan di sekolah,” jelasnya.

Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengajaran, Ruhil Fida. Pada sesi standar produksi, siswa dikenalkan pada pentingnya penggunaan benih unggul dan teknik budidaya yang tepat. 

"Pada aspek keamanan pangan, siswa memahami upaya meminimalkan residu kimia agar produk aman dikonsumsi," katanya.

Sementara pada aspek pemasaran, kata Ruhil Fida, siswa diajarkan teknik pengemasan (packaging) yang menarik guna meningkatkan nilai jual produk.

Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi, baik praktik maupun diskusi interaktif bersama para instruktur.

Ruhil Fida menambahk, kunjungan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi generasi muda terhadap sektor pertanian, sekaligus mendorong lahirnya minat berwirausaha di bidang agribisnis sebagai bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa SMK PPN Kementan memiliki peran sebagai center of excellence yang terbuka bagi masyarakat luas. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.