Akselerasi Swasembada Pangan Nasional, Kementan gelar Tanam Serentak 10.000 Ha
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Muara Enim, Sumsel (B2B) - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional terus dipercepat. Kementerian Pertanian RI (Kementan) pada Kamis (9/4) menggelar aksi Gerakan Tanam (Gertam) Serentak pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare pada sejumlah provinsi di Indonesia.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Gertam Serentak pada lokasi CSR Sumsel dipusatkan di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu wilayah strategis pengembangan pertanian nasional.
Program CSR merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas areal tanam guna menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan perubahan iklim global.
Gertam Serentak sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program CSR menjadi kunci mewujudkan swasembada bagi ketahanan pangan Indonesia.
“Kita tidak boleh main-main dengan urusan pangan. Tanam serentak 10.000 hektare adalah bukti bahwa negara hadir untuk memastikan lahan-lahan baru menjadi produktif. Sinergi antara pemerintah dan petani adalah energi utama menuju swasembada,” katanya.
Hal senada dikemukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang menekankan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) mendukung optimalisasi lahan baru.
“Lahan yang luas membutuhkan sentuhan teknologi dan SDM yang terampil. Kami terus mendorong penyuluh serta generasi muda untuk terlibat aktif melalui pendampingan intensif di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyoroti peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program.
“Keberhasilan tanam serentak sangat bergantung pada pengawalan penyuluh, mulai dari akses benih unggul hingga penerapan pola tanam yang tepat agar produktivitas optimal dapat tercapai,” katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan pendampingan langsung kepada petani, termasuk dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan.
“Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga memastikan solusi atas permasalahan petani, mulai dari akses benih hingga optimalisasi alat dan mesin pertanian,” ungkapnya.
Budi Santoso menambahkan, kegiatan Gertam Serentak diharapkan dapat memotivasi daerah lain untuk mempercepat masa tanam sehingga target produksi padi nasional tahun ini dapat tercapai secara maksimal.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan apresiasi atas penunjukan Muara Enim sebagai lokasi utama kegiatan.
“Sumsel siap menjadi penopang pangan nasional. Program CSR di Kecamatan Lembak diharapkan mampu meningkatkan luas tambah tanam (LTT) sekaligus kesejahteraan petani,” katanya.
Kegiatan Gertam Serentak dihadiri oleh jajaran pimpinan UPT Kementan dan pemerintah daerah, unsur TNI/Polri serta sejumlah pemangku kepentingan.
Budi Santoso menambahkan, Gertam Serentak diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, juga menjadi momentum peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang berdampak langsung pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
[B2B] Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
