Dari Lahan Rawa ke Lumbung Pangan, Kementan Pacu IP300 Muara Enim Sumsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Muara Enim, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui optimalisasi lahan rawa dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam IP300 dan Panen IP200 pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Arisan Timur, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (25/7/2026).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan tersebut turut melibatkan SMK PPN Sembawa, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda mendukung program strategis pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Gerakan Tanam dan Panen Bersama tersebut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, bersama perwakilan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, TNI, jajaran pendidikan dan penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta kelompok tani.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh, petani, lembaga pendidikan, dan generasi muda dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian, khususnya lahan rawa dan suboptimal.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat produksi dan menjaga ketersediaan pangan nasional.
"Kita tidak boleh lagi bergantung pada pola lama. Pemanfaatan teknologi, pengairan yang optimal melalui Oplah, serta peningkatan dari IP100 atau IP200 menuju IP300 adalah kunci agar Indonesia tidak hanya mandiri pangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. Sinergi antara TNI, penyuluh, dan petani muda harus terus diperkuat," tegas Amran.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Gerakan Tanam IP300, termasuk partisipasi generasi muda pertanian.
"Gerakan tanam IP300 di lahan Oplah Desa Arisan Timur ini bukan sekadar kegiatan penanaman padi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan sumber daya manusia pertanian. Ketika penyuluh, TNI, kelompok tani, dan generasi muda turun ke sawah bersama-sama, kita optimistis target peningkatan produksi dapat dicapai," ujar Idha.
Melalui Gerakan Tanam IP300 dan Panen IP200 di Desa Arisan Timur, potensi lahan rawa dan suboptimal di Kabupaten Muara Enim diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Peningkatan indeks pertanaman juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah dan nasional.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan partisipasi SMK PPN Sembawa dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pendidikan vokasi pertanian Kementan dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, mandiri, inovatif, dan berjiwa wirausaha.
"Keterlibatan siswa dan insan pendidikan pertanian di lapangan diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran nyata sekaligus memperkuat regenerasi petani untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional," katanya.
Menurut Budi Santoso, optimalisasi lahan melalui peningkatan Indeks Pertanaman harus diiringi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
"Keterlibatan lembaga pendidikan vokasi pertanian menjadi penting dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi langsung di sektor pertanian," katanya lagi. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
