Kementan Perkuat Kedaulatan Pangan pada Gerakan Tanam IP300 di OKI Sumsel
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Ogan Komering Ilir, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI(Kementan) terus mendorong peningkatan produktivitas lahan melalui optimalisasi lahan dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Salah satunya diwujudkan melalui Gerakan Tanam IP300 di lahan Optimasi Lahan (Oplah) Desa Pedu, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional dengan mendorong pemanfaatan lahan secara optimal.
Gerakan tanam ini melibatkan Kementan, Pemerintah Daerah Kabupaten OKI, Brigade Pangan, penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, serta SMK PP Negeri Sembawa.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan pengawalan program di tingkat lapangan berjalan optimal.
Gerakan Tanam IP300 ditujukan untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan lahan sehingga lahan pertanian yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu atau dua kali dalam setahun dapat dioptimalkan hingga tiga kali tanam.
Peningkatan indeks pertanaman tersebut diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa peningkatan produksi dalam negeri menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Menurutnya, optimalisasi lahan, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan indeks pertanaman merupakan langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.
“Kita tidak boleh bergantung pada impor. Kunci kedaulatan pangan ada pada peningkatan produksi dalam negeri melalui pemanfaatan teknologi, optimasi lahan rawa, dan peningkatan indeks pertanaman seperti IP300 ini. Jika lahan yang biasanya hanya panen sekali atau dua kali bisa kita dorong menjadi tiga kali, maka ketersediaan beras nasional akan aman terjaga,” tegas Amran.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan agar program optimalisasi lahan dan IP300 dapat memberikan hasil maksimal.
“Program Optimasi Lahan dan IP300 ini membutuhkan kerja sama yang luar biasa dari semua pihak. Penyuluh, petani, dan pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam mengawal penerapan teknologi budidaya dan pendampingan di lapangan. Generasi muda pertanian juga harus hadir dan memberikan contoh nyata bahwa pertanian Indonesia modern, produktif, dan menjanjikan,” ujar Idha.
SMKPPN Sembawa
Keterlibatan SMK PP Negeri Sembawa dalam Gerakan Tanam IP300 menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program pembangunan pertanian nasional.
Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada para siswa untuk mengenal secara langsung penerapan teknologi dan inovasi pertanian di lahan rawa pasang surut maupun lebak.
Melalui sinergi antara Kementan, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dunia pendidikan, dan petani, Gerakan Tanam IP300 di Desa Pedu diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran Kabupaten OKI sebagai salah satu wilayah strategis dalam mendukung produksi pangan di Sumatera Selatan dan memperkokoh fondasi kedaulatan pangan nasional. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Ogan Komering Ilir of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
