Guru SMKN 1 Babat Supat `Kunjungan Edukasi` pada UPT Kementan di Banyuasin
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Pengembangan SDM menjadi kunci utama mewujudkan pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern. Hal itu mendorong sejumlah guru Kompetensi Keahlian Agribisnis Perbenihan Tanaman pada SMKN 1 Babat Supat di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan ´Kunjungan Edukasi´ ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Sembawa, Senin (3/8).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso menyambut baik Kunjungan Edukasi tersebut, untuk memberikan pengalaman langsung bagi para guru, untuk mempelajari berbagai penerapan teknologi pertanian modern dan sistem pembelajaran vokasi berbasis industri yang selama ini menjadi keunggulan SMK PPN Sembawa.
Rombongan disambut oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri SMK PPN Sembawa, Titin Pransisca, mewakili Budi Santoso, yang memaparkan profil sekolah, pengembangan teaching factory, hingga inovasi pembelajaran berbasis praktik yang telah diterapkan.
Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi.
"SDM pertanian harus menjadi penggerak utama transformasi pertanian Indonesia. Pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berjiwa wirausaha, dan siap menjawab tantangan pembangunan pertanian modern," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menilai peningkatan kapasitas guru merupakan investasi penting mencetak generasi muda pertanian profesional dan berdaya saing.
"Guru merupakan ujung tombak mencetak SDM pertanian profesional. Kolaborasi, berbagi pengalaman dan peningkatan kompetensi harus terus diperkuat agar pembelajaran di SMK vokasi semakin berkualitas dan inovatif selaras dengan kebutuhan pembangunan pertanian nasional," katanya.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Wakasek Bidang Humas dan Industri, Titin Pransisca, mengatakan kolaborasi antarlembaga pendidikan vokasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi tenaga pendidik.
"Kami menyambut baik kunjungan edukasi guru-guru SMKN 1 Babat Supat. Semoga kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman, memperkuat jejaring kerja sama dan melahirkan inovasi pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan pembangunan pertanian," katanya.
Ketua Jurusan Agribisnis Perbenihan Tanaman SMKN 1 Babat Supat, Suhartono, mengaku banyak memperoleh wawasan baru dari sistem pendidikan yang diterapkan di SMK PPN Sembawa.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki prospek yang sangat besar sehingga perlu didukung dengan pendidikan vokasi yang berkualitas.
"Pertanian tidak akan pernah mati karena kehidupan manusia sangat bergantung pada sektor ini. Kami ingin membawa pengalaman dari sini untuk mengubah cara pandang masyarakat bahwa jurusan pertanian merupakan bidang menjanjikan dan layak menjadi pilihan utama," kata Suhartono.
Unit Pembelajaran
Titin Pransisca mengatakan, tak hanya berdiskusi, para guru juga diajak melihat langsung berbagai unit pembelajaran unggulan mulai dari Greenhouse Hidroponik, Laboratorium Kultur Jaringan hingga unit pembibitan kelapa sawit.
"Di setiap lokasi, peserta mempelajari proses produksi, pemanfaatan teknologi budidaya modern, pengelolaan laboratorium serta penerapan pembelajaran berbasis praktik yang mendekatkan peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja," katanya.
Pengalaman tersebut, ungkap Titin Pransisca, diharapkan dapat menjadi bekal mengembangkan pembelajaran lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu meningkatkan kualitas lulusan vokasi pertanian.
Suhartono dan Titin Pransisca sepakat melalui Kunjungan Edukasi tersebut, SMKN 1 Babat Supat dan SMK PPN Sembawa diharapkan semakin mempererat sinergi mengembangkan pendidikan vokasi pertanian.
"Kolaborasi tersebut menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pembelajaran modern, meningkatkan kompetensi pendidik dan mencetak SDM pertanian unggul yang siap mendukung transformasi pertanian Indonesia. [wulan/titin/timhumas smkppn sembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
