Target Panen 10 Ton per Hektar! MAF Kementan Perkuat Implementasi PM-AAS
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK-PP Negeri Sembawa sukses menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 29 secara hibrida pada Sabtu (18/7/2026). Mengusung tema ´Implementasi PM-AAS sebagai Strategi Peningkatan Produktivitas Padi menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan´
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Webinar MAF menjadi wadah berbagi inovasi dan pengalaman dalam penerapan pertanian modern.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa implementasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas padi melalui mekanisasi, pengelolaan air yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi pertanian.
"Kita harus mempercepat transformasi pertanian agar produktivitas meningkat dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai," katanya.
Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa keberhasilan PM-AAS sangat ditentukan oleh kualitas SDM pertanian, sehingga penyuluh, Brigade Pangan dan petani perlu terus meningkatkan kapasitas serta mengadopsi teknologi modern.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMK-PP Negeri Sembawa Budi Santoso menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, serta pengelolaan air dan pemupukan secara presisi.
Forum menghadirkan narasumber dari BRMP Padi, PT Cin Korea Nusantara, dan Young Ambassador Agriculture 2026 yang membahas teknologi budidaya, inovasi nutrisi tanaman, serta praktik implementasi PM-AAS di tingkat petani.
Budi Santoso menambahkan, melalui MAF Vol. 7 Edisi 29, SMK-PP Negeri Sembawa berharap inovasi PM-AAS semakin luas diterapkan oleh petani, penyuluh, dan Brigade Pangan sebagai upaya mempercepat modernisasi pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
