Aksi Drone CSR Muara Enim, Kementan Perkuat Upaya Swasembada Pangan
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Muara Enim, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus berupaya akselerasi pencapaian Swasembada Pangan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) dengan target 50 ribu hektar yang dilaksanakan serentak pada 25 provinsi.
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Muara Enim mengatakan, Kementan mengambil peran strategis dengan mengawal langsung pelaksanaan tanam di Desa Sukamaju, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim, Sumsel, Jumat (3/7).
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi utama pemerintah mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.
"Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama jika ingin melompat menjadi lumbung pangan dunia. Penggunaan teknologi seperti drone, mekanisasi," katanya.
Kegiatan Gertam Serentak di Muara Enim, Sumsel dibuka secara virtual oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti.
"Keberhasilan swasembada pangan ditentukan oleh percepatan tanam yang dikawal secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Hadir di lokasi tanam, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty; Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, Budi Santoso; jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim, unsur TNI, Brigade Pangan, penyuluh dan para petani.
"Percepatan tanam harus terus dikawal. Penyuluh bersama Brigade Pangan harus memastikan lahan yang telah siap, segera ditanami agar menghasilkan produksi yang optimal. Kolaborasi seluruh pihak, kunci keberhasilan program," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa perguruan tinggi dan sekolah vokasi di bawah Kementan bertanggung jawab untuk menghadirkan inovasi dan teknologi bagi petani.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso selaku PJ Swasembada Pangan Muara Enim mengatakan, Gertam Serempak di lokasi Oplah dan CSR di Desa Sukamaju, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim memanfaatkan teknologi drone penebar benih pada lahan dua hektare.
"Penggunaan teknologi drone menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian modern atau smart farming, yang mampu meningkatkan kecepatan tanam, efisiensi penggunaan tenaga kerja dan mendukung peningkatan produktivitas lahan sawah baru," katanya.
Pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, ungkap Budi Santoso, adalah kunci utama untuk mempercepat produksi, menekan biaya dan memastikan program CSR berhasil secara berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan SMK-PP Negeri Sembawa pada Gertam Serempak merupakan implementasi nyata peran pendidikan vokasi mendukung program strategis Kementan melalui pendampingan teknis, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM pertanian.
Melalui pendampingan tersebut, ungkap Budi Santoso, SMK-PP Negeri Sembawa memberikan edukasi pada Brigade Pangan dan petani tentang penerapan mekanisasi, penggunaan drone pertanian dan pengelolaan budidaya pada lahan CSR, agar mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi dan berkelanjutan.
"Sinergi antara Kementan, pemerintah daerah, TNI, penyuluh, Brigade Pangan dan institusi pendidikan menjadi kekuatan utama menyukseskan Gertam Serempak 50 ribu hektare," katanya.
Menurut Budi Santoso, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi padi nasional sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim sebagai salah satu sentra pangan strategis Sumsel mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Muara Enim of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.
