Kementan Siapkan Suak Tapeh Banyuasin jadi Percontohan Pertanian Modern
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa
Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Dalam upaya mempercepat terwujudnya Swasembada Pangan nasional melalui penerapan pertanian modern, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Sembawa melaksanakan ´Koordinasi dan Sosialisasi Penerapan Pertanian Modern melalui Advance Agriculture System (PM-AAS)´ bagi Brigade Pangan di Desa Lubuk Lancang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Rabu (1/7).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan pendampingan dan sosialisasi tersebut diikuti oleh empat Brigade Pangan (BP) yakni BP Sido Makmur, BP Expan Berjaya, BP Kating Jaya, dan BP Penjaitan Jaya.
Keempat Brigade Pangan tersebut secara keseluruhan mengelola luas Optimalisasi Lahan (Oplah) mencapai 1.031 hektare.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi sektor pertanian menuju sistem yang modern dan efisien merupakan kebutuhan mendesak untuk mencapai kemandirian pangan nasional.
"Pertanian kita harus bergeser dari pola tradisional menuju modern. Brigade Pangan adalah motor penggerak utamanya. Kita libatkan pemuda. Kita bawa teknologi ke lapangan agar efisiensi meningkat dan hasil panen melipat ganda," katanya.
Mentan mengingatkan, tidak ada lagi cerita bertani itu kotor dan melelahkan. Sekarang semuanya berbasis mekanisasi dan sistem digital.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa kesiapan SDM menjadi faktor kunci bagi keberhasilan implementasi teknologi pertanian modern di lapangan.
"Penerapan PM-AAS membutuhkan kompetensi baru. Oleh karena itu, lembaga pendidikan vokasi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam transfer teknologi serta pendampingan kepada petani milenial di Brigade Pangan agar mampu mengoperasikan ekosistem pertanian modern secara berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan vokasi dan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan.
SMKPPN Sembawa
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan ´Koordinasi dan Sosialisasi Penerapan Pertanian Modern melalui PM-AAS merupakan langkah strategis mendukung Program Oplah dan peningkatan produktivitas pangan nasional melalui penguatan SDM pertanian, pelibatan generasi muda dan penerapan teknologi digital yang terintegrasi.
"Kegiatan di Kecamatan Suak Tapeh difokuskan pada pengenalan metode tanam presisi, pemanfaatan teknologi pertanian modern, efisiensi mekanisasi pra dan pascapanen, serta pengelolaan usaha tani berbasis korporasi," katanya.
Selain sosialisasi teknis, kata Budi Santoso, kegiatan juga diisi dengan koordinasi bersama pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan pengurus Brigade Pangan untuk memperkuat komitmen dalam penerapan sistem PM-AAS pada pengelolaan lahan optimalisasi.
"Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, produktif dan berkelanjutan," ungkapnya lagi.
Model Percontohan
Budi Santoso mengatakan sinergi kebijakan pemerintah pusat, pendampingan lembaga pendidikan vokasi, dan semangat petani di lapangan, khususnya BP di Kecamatan Suak Tapeh diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional.
"Utamanya, penerapan pertanian modern berbasis teknologi yang berdaya saing dan mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia," katanya.
Sosialisasi dan pendampingan oleh institusi pendidikan vokasi merupakan bentuk nyata pengabdian pada masyarakat.
"Kementan berupaya memastikan, ilmu yang diajarkan di ruang kelas dan laboratorium dapat langsung diterapkan di lapangan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional," ungkap Budi Santoso. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
