SMKPP Kementan Kawal Gertam Serempak berbasis Teknologi di Ogan Ilir Sumsel

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


SMKPP Kementan Kawal Gertam Serempak berbasis Teknologi di Ogan Ilir Sumsel
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso [ke-4 kiri] bersama Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty pada Gertam Serempak pada lahan CSR seluas 4 hektar milik Brigade Pangan Sepakat Maju di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

 

Ogan Ilir, Sumsel (B2B) - Dalam upaya nyata mempercepat pencapaian kedaulatan pangan nasional, SMK PPN Sembawa turut ambil bagian mengawal ´Gerakan Tanam (Gertam) Serempak´ di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 4 hektar milik Brigade Pangan Sepakat Maju di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Sabtu (18/7).

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Gertam Serempak di Ogan Ilir tersebut, sebagai awal pengelolaan hamparan seluas 183 hektare dengan penerapan teknologi pertanian modern di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, Sumsel.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman senantiasa menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementan beserta stakeholders terkait harus turun ke lapangan guna memastikan perluasan areal tanam berjalan maksimal.

"Kita harus bergerak cepat dan serentak memanfaatkan ketersediaan air dan lahan yang ada. Pangan adalah urusan hidup matinya suatu bangsa, dan teknologi serta mekanisasi adalah kunci utama untuk melipatgandakan produksi pertanian kita di tengah tantangan iklim global," tegas Amran

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan tentang pentingnya peran SDM pertanian, termasuk generasi muda dan penyuluh mengadopsi teknologi modern demi keberlanjutan pangan.

"Pendampingan di lapangan oleh seluruh unsur SDM pertanian baik dari unit pelaksana teknis, penyuluh, maupun institusi pendidikan vokasi sangat krusial," katanya.

SMKPPN Sembawa

Dalam sambutannya, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menegaskan pentingnya penerapan teknologi PM AAS, penguatan pendampingan penyuluh serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan efesiensi usaha tani, produktivitas padi dan kesejahteraan petani.

"Kita tidak hanya menanam secara manual, melainkan mengedukasi petani untuk beralih ke modernisasi agar proses bertani menjadi lebih efektif, efisien dan produktivitas tinggi," katanya.

Gertam Serempak, kata Budi Santoso, merupakan bagian dari komitmen Kementan menggenjot produksi padi nasional melalui pelibatan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh hingga lembaga pendidikan vokasi pertanian.

Modernisasi Pertanian

Sebagai bentuk nyata penerapan modernisasi pertanian, prosesi penanaman padi di lahan 4 hektar tersebut ditutup simbolis, menggunakan mesin drum seeder (alat tanam benih langsung disingkat Tabela.

"Penggunaan teknologi drum seeder terbukti mampu menghemat waktu, menekan biaya tenaga kerja dan menghasilkan kerapatan tanam yang lebih presisi daripads metode konvensional," kata Budi Santoso.

Melalui pengawalan ketat dan sinergi lintas sektor, ungkapnya lagi, SMK PPN Sembawa membuktikan perannya bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern demi terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Sumatera Selatan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

 

 

Ogan Ilir of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.