Kualitas Global, SMK PP Kementan Perkuat Kurikulum dan Kompetensi Guru

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani


Kualitas Global, SMK PP Kementan Perkuat Kurikulum dan Kompetensi Guru
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Kepala TU, Syamsiyah [tengah] membuka Workshop bertema ´Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Mewujudkan Lulusan SMK yang Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing´.

 

Banyuasin, Sumsel (B2B) - SMK Pembangunan Pertanian Negeri (SMK PPN) Sembawa terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi pertanian melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Workshop Kurikulum bagi seluruh tenaga pendidik. 

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Workshop selama tiga hari, 1- 3 Juli 2026, mengusung tema ´Inovasi Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Mewujudkan Lulusan SMK yang Kompeten, Adaptif, dan Berdaya Saing´.

Kegiatan Workshop menjadi bagian dari komitmen SMK PPN Sembawa meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja, dunia usaha, dan sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis mencetak generasi muda pertanian yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa kewirausahaan.

"Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan SDM pertanian yang unggul, menguasai teknologi, berorientasi pada inovasi, dan siap menjadi penggerak pembangunan pertanian menuju swasembada pangan," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mendorong seluruh satuan pendidikan vokasi lingkup Kementerian Pertanian RI, untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik.

"Guru memiliki peran penting membentuk lulusan yang tidak hanya siap bekerja, juga siap berwirausaha dan mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian yang terus berkembang," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya membangun budaya belajar yang inovatif, adaptif, kolaboratif, serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso diwakili Kepala Tata Usaha (TU) Syamsiyah, Rabu (1/7/2026) menyampaikan Workshop menjadi momentum penting bagi para guru untuk berdiskusi, bertukar pengalaman dan merumuskan strategi pembelajaran yang lebih efektif mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

"Kurikulum Merdeka merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru dituntut menghadirkan proses belajar yang relevan, kreatif dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal," ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Pengawas SMK Kabupaten Banyuasin Belvi Yuliana memaparkan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan tiga prinsip utama, yakni Mindful (berkesadaran), Meaningful (bermakna) dan Joyful (menggembirakan).

Pembelajaran modern harus menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) maupun Problem Based Learning (PBL) sehingga mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, serta terampil memecahkan persoalan nyata.

Implementasi TeFa

Selain itu, workshop juga membahas penguatan implementasi Teaching Factory (TeFa) sebagai model pembelajaran berbasis dunia kerja.

Penerapan TeFa diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai standar industri, memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus menjadi solusi penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang lebih berkualitas.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, analisis capaian pembelajaran, penyusunan modul ajar, pengembangan asesmen, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan pada Tahun Pelajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengingatkan bahwa melalui workshop ini, SMK PPN Sembawa kembali menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan vokasi pertanian melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik. 

"Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing tinggi, serta siap mendukung pembangunan pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya.

Budi Santoso menambahkan, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi fondasi utama dalam menghasilkan lulusan vokasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.