Pembekalan PKL, SMK PPN Kementan Siapkan SDM Profesional Berdaya Saing
Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Banjarbaru
Editor : Cahyani Harzi
Translator : Dhelia Gani
Banyuasin, Sumsel (B2B) - Upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, kompeten, dan berdaya saing terus diperkuat melalui pendidikan vokasi berbasis praktik oleh SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK PPN) Sembawa selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kementan menggelar ´Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL)´ bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2026/2027 selama dua hari, 29 - 30 Juni 2026 yang diikuti oleh 150 siswa/i.
Pembekalan PKL sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Kementan terus berupaya mencetak SDM pertanian unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian modern.
"Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan SDM yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan kemitraan dengan dunia usaha serta dunia industri.
"Program PKL menjadi salah satu instrumen strategis memperkuat keterkaitan atau link and match antara pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan bahwa PKL merupakan wahana strategis untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusan pendidikan vokasi pertanian siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian.
SMKPPN Sembawa
Kegiatan Pembekalan PKL dibuka oleh Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso dan diikuti oleh seluruh siswa yang akan melaksanakan PKL pada sejumlah instansi pemerintah, dunia usaha, dunia industri dan lembaga mitra.
Sebanyak 150 siswa mengikuti kegiatan pembekalan ini, terdiri atas 31 siswa Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 62 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 27 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), dan 30 siswa Agribisnis Ternak Unggas (ATU).
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, menyampaikan bahwa PKL merupakan salah satu instrumen penting dalam pendidikan vokasi yang bertujuan, memperkuat kompetensi teknis, membangun karakter profesional dan memberikan pengalaman kerja nyata kepada peserta didik.
"PKL bukan sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, melainkan proses pembelajaran nyata yang memungkinkan siswa mengasah keterampilan, memperluas wawasan," katanya.
Tak kalah penting, ungkap Budi Santoso, membangun jejaring profesional dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.
PKL 6 Bulan
Selama pembekalan, peserta memperoleh berbagai materi yang mendukung kesiapan mereka memasuki lingkungan kerja.
Materi tersebut antara lain etika profesi, komunikasi di tempat kerja, budaya industri, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), administrasi pelaksanaan PKL, penyusunan laporan, penguatan karakter, integritas dan profesionalisme.
Setelah mengikuti pembekalan, para siswa akan melaksanakan PKL selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.
Mereka akan ditempatkan pada sejumlah lokasi mitra yang telah bekerja sama dengan SMK PPN Sembawa. Penempatan disesuaikan dengan kompetensi keahlian masing-masing siswa/i agar memperoleh pengalaman belajar yang relevan dan aplikatif.
Adapun lokasi PKL meliputi Pusat Penelitian Karet, PT Hindoli Cargill Company, PT Bina Sawit Makmur, PT Prime Agri Resources Tbk, PT Kelantan Sakti, PT Pratama Nusantara Sakti, Brigade Pangan Bangkit Bersama, Brigade Pangan Makmur Bersama, Budidaya Melon Tanjung Agung, Brigade Pangan Rawang I dan Rawang II, PT Flona Falguni Harsah, PT Semesta Mitra Sejahtera, BPTU-HPT Sembawa, CV Agro Jovin Farm, CV Pulau Jaya Mandiri Farm, My Bakery, Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan, Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian UNSRI, PT Sinar Sosro, serta PTPN I Regional 7 Musi Landas.
Budi Santoso mengingatkan, pihaknya berharap seluruh peserta didik dapat melaksanakan PKL dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika profesi, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran.
Pengalaman selama PKL diharapkan menjadi bekal berharga membentuk lulusan vokasi pertanian yang kompeten, mandiri, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]
Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.
“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.
He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.
"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.
The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.
The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.
Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.
