Prestasi Gemilang! 17 Siswa SMK PPN Kementan Tembus PTN Jalur SNBP 2026

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Prestasi Gemilang! 17 Siswa SMK PPN Kementan Tembus PTN Jalur SNBP 2026
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan prestasi siswa/i tahun 2026 merupakan buah manis dari kerja keras para guru pembimbing dan kedisiplinan siswa mengikuti proses pembelajaran.

 

Banyuasin, Kalsel (B2B) - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMK PPN) Sembawa lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan sebanyak 17 siswa/i sekolah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 ] pada sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengumuman SNBP pada 31 Maret 2026, sebanyak 17 siswa yang lolos, terdiri atas 4 siswa diterima di IPB University (IPB) Bogor, 12 siswa diterima di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, dan 1 siswa diterima di Politeknik Negeri Sriwijaya.

Capaian tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan siswa SMK PP Kementan adalah sinyal positif bagi masa depan regenerasi petani di Indonesia.

"Lulusnya belasan siswa bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa anak muda kita punya minat dan kualitas akademik yang mumpuni di sektor pertanian. Kita butuh intelektual muda untuk menggerakkan smart farming di masa depan," katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa kurikulum yang diterapkan di SMK PP Kementan telah berhasil menyeimbangkan antara keterampilan praktis dan penguasaan teori.

"Kami terus mendorong transformasi pendidikan vokasi. Capaian ini membuktikan bahwa lulusan SMK Pertanian tidak hanya siap kerja, tapi juga sangat layak bersaing di jenjang pendidikan tinggi terbaik," katanya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan berdasarkan hasil pengumuman SNBP pada 31 Maret 2026, sebanyak 17 siswa yang lolos, terdiri dari 4 siswa diterima di IPB Bogor yakni M Syahri Ramadhan, Zukhron Azhary, Triya Febriyanto, Marja Waira.

Sebanyak 12 siswa diterima pada Unsri Palembang yakni M Aziz Muzakie, Nicahaya, Selly Desclaviana, Masayu Wahidah, Alief Hazriel Akbar, Intan Wulandari, Rico Ferdiansyah, Dewa Candra Winata, Ragil Intan Diah, Zahra Kathrina, Vyca Oktrisyah, Feliza Khaelafia, dan satu siswa diterima di Politeknik Negeri Sriwijaya yakni Ria Amelia.

"Sekolah vokasi adalah jembatan emas bagi anak muda pedesaan untuk meraih masa depan yang gemilang sekaligus memajukan potensi daerah masing-masing," katanya.

Budi Santoso menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas pendidikan vokasi pertanian yang semakin kompetitif dan relevan dengan kebutuhan akademis masa kini. 

"Para siswa tersebut tersebar di berbagai program studi strategis, mulai dari teknologi pangan, agribisnis, hingga peternakan," ungkapnya lagi.

Harapan ke depan, Budi Santoso menambahkan bahwa prestasi tahun 2026 merupakan buah manis dari kerja keras para guru pembimbing dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

"Alhamdulillah, 17 siswa kami berhasil melenggang ke PTN jalur prestasi. Kami berpesan agar para siswa tetap menjaga nama baik almamater dan terus berinovasi di kampus baru mereka nanti," katanya lagi.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menegaskan bahwa keberhasilan siswa-siswi vokasi menembus perguruan tinggi negeri maupun pasar kerja internasional adalah bukti bahwa pendidikan pertanian kita memiliki daya saing yang luar biasa. [wulan/titin/timhumas smkppnswmbawa]

 

 

 

 

Banyuasin of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.