Akselerasi Gertam 50 Ribu Ha, PALI Perkuat Mitigasi Kemarau via Oplah

Millennial Farmers Development are the Target of Indonesia`s SMKPPN Sembawa

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Akselerasi Gertam 50 Ribu Ha, PALI Perkuat Mitigasi Kemarau via Oplah
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso [kanan] hadir pada Gertam Serempak di Kabupaten PALI bersama perwakilan Bupati PALI; Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel dan Forkopimda.

 

PALI, Sumsel (B2B) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melakukan akselerasi Gerakan Tanam (Gertam) Serempak seluas 50 ribu hektare pada 25 provinsi, sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional di tengah ancaman kemarau panjang.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi salah satu lokasi prioritas pelaksanaan tanam pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) seluas 125 hektar yang dikelola oleh Brigade Pangan Maju Bersama.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam arahannya secara daring mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh jajaran di Sumsel. 

"Perluasan areal tanam dan Oplah merupakan bagian penting dalam strategi menuju swasembada pangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya percepatan tanam yang diiringi pengawalan intensif di lapangan.

“Penyuluh bersama petani menjadi kunci agar lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang menyoroti peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program.

“Keberhasilan tanam serentak sangat bergantung pada pendampingan penyuluh, mulai dari akses benih unggul hingga penerapan pola tanam yang tepat,” katanya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Gertam Serempak digelar

pada Kamis (30/4/2026) untuk mempercepat pemanfaatan lahan serta memperkuat ketahanan pangan di tengah potensi dampak El Niño.

Menurutnya, Brigade Pangan telah dibekali kemampuan teknis, termasuk pengoperasian alat mesin pertanian (Alsintan) dan manajemen air.

“Kami optimistis penanaman dapat diselesaikan sebelum puncak kekeringan, dengan dukungan pompa air dan pengelolaan air yang disiplin,” kata Budi Santoso.

Sebagai bentuk dukungan, ungkapnya lagi, Kementan telah menyalurkan bantuan berupa pompa air kepada kelompok tani dan Brigade Pangan di PALI untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau.

Di sisi lain, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawati menegaskan bahwa percepatan tanam juga menjadi langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang.

“Mitigasi adalah kunci. Kita harus proaktif mengelola sumber daya yang ada agar tanaman tetap tumbuh optimal di tengah keterbatasan air,” tegasnya.

Pemkab PALI

Staf Ahli Bidang Keuangan, Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PALI, Kamriadi mengingatkan sejumlah langkah teknis yang perlu diperhatikan petani antara lain optimalisasi penggunaan pompa air, pemanfaatan varietas tahan kekeringan, serta pemeliharaan infrastruktur air seperti embung, long storage, dan sumur bor.

"Selain itu, penggunaan teknologi seperti rice transplanter dan drone pertanian juga didorong untuk mempercepat tanam sehingga tanaman lebih siap menghadapi fase kritis kekeringan," katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, optimalisasi lahan 125 hektare di PALI diharapkan mampu menjadi penyangga pangan sekaligus model mitigasi kekeringan yang efektif di Sumsel. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

PALI of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural vocational education in Indonesia such as the the Agricultural Development Polytechnic or the Polbangtan/SMKPPN to support Indonesian Agriculture Ministry seeks to maximize its efforts to produce millennial entrepreneur.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.