Kabalai BBPKH Cinagara Dampingi Kastaf Kepresidenan Tinjau CSR di OKI Sumsel

West Java`s Cinagara Animal Health Training Center Support Indonesian Farmers

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Kabalai BBPKH Cinagara Dampingi Kastaf Kepresidenan Tinjau CSR di OKI Sumsel
BBPKH CINAGARA: Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman meninjau lokasi CSR di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) didampingi Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel beserta petani, penyuluh, tim Brigade Pangan OKI Sumsel dan para pihak terkait.

 

Ogan Komering Ilir, Sumsel (B2B) - Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian tinggi pada sejumlah program strategis Kementerian Pertanian RI di antaranya Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang memberi peluang pada petani lokasi CSR, untuk membuka lahan sawah baru didukung Brigade Pangan sebagai penggerak budidaya di lapangan.

Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman pun bergerak ke lapangan meninjau progress lahan CSR di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (2/7).

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel mendampingi kunjungan Kastaf Dudung Abdurachman seraya koordinasi dengan petani lokal, pemerintah daerah, jajaran Kementan, penyuluh dan Brigade Pangan.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program CSR merupakan langkah strategis pemerintah, untuk memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pangan nasional.

"Setiap lahan yang telah dibuka harus segera ditanami dan dikelola optimal untuk meningkatkan produksi nasional. Seluruh komponen, termasuk Brigade Pangan, harus bergerak bersama mengawal percepatan tanam," katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa Brigade Pangan merupakan penggerak utama pengelolaan lahan pertanian modern. 

"Keberhasilan Program CSR sangat ditentukan oleh kesiapan SDM yang mengelola lahan secara profesional dan berkelanjutan," katanya.

BBPKH Cinagara

Dalam kunjungan lahan CSR di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kastaf Kepresidenan, Dudung Abdurachman meninjau perkembangan Program CSR sekaligus koordinasi lapangan dengan sejumlah pihak terkait didampingi Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan Sumsel.

Dudung Abdurachman menegaskan bahwa lahan yang telah dicetak menjadi lahan CSR harus tetap dipertahankan sebagai sawah dan tidak alihfungsi untuk komoditas lain.

"Saya tekankan kepada para petani, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. Lahan yang sudah kita cetak nanti jangan ditanam tanaman lain, tetapi tetap ditanam padi," tegas Dudung.

Menurutnya, Program CSR direspons positif masyarakat karena mampu membuka lapangan usaha dan meningkatkan pendapatan petani. Saat ini, sekitar 300 calon petani telah disiapkan untuk mengelola lahan hasil CSR di wilayah OKI Sumsel.

"Pemerintah juga terus mendorong pembangunan jaringan irigasi agar lahan baru dapat berproduksi secara optimal," ungkap Dudung Abdurachman.

Target CSR

Menanggapi arahan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, PJ Brigade Pangan Sumsel, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa Brigade Pangan memegang peranan penting, memastikan lahan hasil CSR benar-benar produktif dan mampu mendukung target swasembada pangan nasional.

Menurut Inneke Kusumawaty, keberhasilan CSR tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan, juga kesiapan petani dan pendampingan berkelanjutan.

"Pesan Kepala Staf Kepresidenan agar lahan yang sudah dicetak tetap ditanami padi, menjadi penguat semangat mengawal Brigade Pangan," katanya.

Lahan CSR, ungkap Inneke Kusumawaty, diharapkan segera menjadi sentra produksi padi baru yang produktif, berkelanjutan dan berkontribusi nyata pada pencapaian swasembada pangan nasional.

Brigade Pangan

Tugas Kementan, ungkap Inneke Kusumawaty, bukan hanya mendampingi pembukaan lahan, juga memastikan lahan tersebut segera ditanami, dikelola optimal dan bermanfaat nyata bagi petani.

Melalui pendampingan yang dilakukan intensif, BBPKH Cinagara sebagai PJ Brigade Pangan Sumatera Selatan berkomitmen memastikan setiap Brigade Pangan mampu menjalankan perannya secara optimal. 

"Brigade Pangan telah dipersiapkan menjadi motor penggerak pertanian modern melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan), percepatan tanam dan penguatan kapasitas petani," kata Inneke Kusumawaty.

Menurutnya, kesiapan Brigade Pangan didukung sinergi erat petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI dan para pemangku kepentingan sehingga setiap tahapan budidaya berjalan tepat waktu.

"Brigade Pangan hadir agar petani tidak berjalan sendiri. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga pendampingan budidaya," katanya.

Seluruh proses berlangsung terintegrasi sehingga lahan hasil CSR segera menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan petani. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

 

 

 

 

Ogan Komering Ilir of South Sumatera [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.