Literasi Informasi, Kementan Perkuat Kapasitas Brigade Pangan Pandeglang

The Agricultural Library Support Indonesian Farmers to Attain Food Self-sufficiency

Editor : M. Achsan Atjo
Translator : Dhelia Gani


Literasi Informasi, Kementan Perkuat Kapasitas Brigade Pangan Pandeglang
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho D. P. mendorong agar Brigade Pangan tidak hanya pada peningkatan produksi padi, juga menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi hasil panen pada kegiatan pembinaan di Desa Bugel, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang diikuti oleh anggota Brigade Pangan dan penyuluh.

 

Pandeglang, Banten (B2B) - Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus memperkuat kapasitas Brigade PanganB (BP) melalui pembinaan, dengan integrasi pengembangan usaha agribisnis bagi peningkatan literasi informasi. 

Kegiatan yang berlangsung di Desa Bugel, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Selasa (14/7) diikuti oleh anggota Brigade Pangan dan penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan dipersiapkan sebagai ujung tombak pengelolaan pertanian modern yang profesional, terampil, dan berorientasi bisnis.

“Melalui program tersebut, Kementan berupaya meningkatkan produktivitas pertanian guna memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan dengan melibatkan generasi muda serta penerapan teknologi modern,” katanya.

Setiap Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur dengan skala sekitar 200 hektare, termasuk optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah rakyat. 

Program juga didukung penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), pelatihan, benih unggul, pupuk dan pestisida untuk memperkuat ekosistem agribisnis modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan program Brigade Pangan sangat bergantung pada tata kelola kelembagaan dan peningkatan kapasitas. 

"Program difokuskan untuk memberdayakan petani muda serta menjadikan Brigade Pangan sebagai pusat ekosistem agribisnis modern yang mandiri, produktif dan berdaya saing," katanya.

BB Pustaka
Dalam pembinaan tersebut, Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mendorong agar Brigade Pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi padi, juga menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi hasil panen. 

"Hasil panen sebaiknya tidak lagi dijual dalam bentuk gabah atau beras curah, melainkan diolah menjadi beras berkualitas, dikemas menarik, diberi merek dan dipasarkan ke pasar komersial agar memiliki nilai jual lebih tinggi," katanya.

Panen bukan akhir, kata Eko Nugroho, melainkan awal untuk menciptakan nilai tambah. Beras yang berkualitas, dikemas dengan baik, dan memiliki merek akan lebih mudah diterima pasar serta meningkatkan pendapatan petani.

Dia juga mengajak Brigade Pangan untuk memanfaatkan pemasaran digital dan membangun merek lokal agar mampu bersaing di pasar modern. 

"Dengan demikian, Brigade Pangan diharapkan tidak hanya menjadi penghasil padi, tetapi juga pelaku usaha agribisnis yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing," ungkapnya lagi.

Repository Kementan
Pada kesempatan yang sama, Tim Literasi BB Pustaka memberikan bimbingan kepada Brigade Pangan dan penyuluh mengenai cara mengakses berbagai sumber informasi pertanian yang kredibel. 

Peserta diperkenalkan dengan Repository Kementan yang menyediakan buku, hasil penelitian, teknologi budidaya dan berbagai inovasi pertanian, Pertanian Press serta berbagai layanan yang dapat diakses oleh masyarakat.

Tim Literasi BB Pustaka juga mendemonstrasikan teknik penelusuran informasi secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan komoditas maupun permasalahan di lapangan. 

Kemampuan mengakses informasi ilmiah dan teknologi terkini diharapkan dapat membantu petani dan penyuluh dalam mengambil keputusan yang lebih tepat serta mempercepat adopsi inovasi pertanian.

BB Pustaka menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi pertanian Indonesia, tidak hanya melalui penyediaan sumber informasi dan literasi pertanian, juga dengan mendorong hilirisasi hasil panen sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan petani. [juznia/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

Pandeglang of Banten [B2B] - The role of agricultural training center as the Technical Implementation Unit [UPT] of Indonesian Agriculture Ministry across the country such as the Agricultural Training Center or the BBPP seeks to improving the competence and welfare of Indonesian farmers

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry or the Kementan is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

Indonesian Agriculture Minister Andi Amran Sulaiman stated that the government´s commitment to developing agriculture, especially in the development of advanced, independent and modern agricultural human resources.

“The goal is to increase the income of farming families and ensure national food security. Farmer regeneration is a commitment that we must immediately realize," Minister Sulaiman said.

He stated that increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

He reminded about the important role of vocational education, to produce millennial farmers who have an entrepreneurial spirit.

"Through vocational education, we connect campuses with industry so that Polbangtan graduates meet their needs and are ready for new things," Sulaiman said.

The objective of the Indonesia Agriculture Ministry is to increase production and productivity, increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reduce the effect of greenhouse gases, and increase the income of farmers in irrigated areas and swamp areas.

The target is to increase cropping intensity through irrigation rehabilitation, revitalization and modernization activities, the realization of a sustainable irrigation system through the revitalization of irrigation management, increasing institutional strengthening, as well as increasing the capacity and competence of human resources in irrigation management and increasing production and productivity.

Increasing farmers´ knowledge and skills in implementing climate smart agriculture, reducing the risk of crop failure, reducing the greenhouse gas effect and increasing farmers´ income in irrigated areas and swamp areas.

The main objective is to increase motivation for agricultural extension workers, agricultural extension centers, farmer groups, women farmer groups and farmer economic groups in agribusiness-oriented farming.